NGOBROLIN #UNISTALLBUKALAPAK #ARTIKELSECANGKIRKOPI

Jakarta – Sebelum Anda lebih jauh meng-konsumsi isi artikel ini, ada baiknya tahu dulu kalau kualitas artikel ini seperti biasa adalah berbagi sudut pandang kelas secangkir kopi, bukan untuk semakin memanaskan keadaan.

Kalau sama pemahaman, silakan lanjut. Jika tidak, sebaiknya jangan melanjutkan baca.

Dua hari terakhir sebelum artikel ini dibuat pada Minggu 17 Februari 2019, jagat maya heboh dengan tagar #uninstallbukalapak. Penyebabnya rasanya semua sudah tahu, karena cuitan founder Bukalapak soal kritikan kepada pemerintah soal dana riset dan pengembangan di level negara yang rendah. Di ujung cuitan ada kata “presiden baru”.

Wuih, seketika bala tempur di jagat maya yang sudah berhadap-hadapan sejak tahun 2014 kembali meradang. Aksi saling bela pun riuh bersiliweran di lini masa platform sosial media modern; Instagram, Facebook, Twitter dan YouTube.

Buat jbkderry.com dengan perangkat analisa kelas secangkir kopinya, ada tiga hal yang memicu kejadian blunder dari hal ini. Berikut tiga poin blunder a la secangkir kopi jbkderry.com:

1. Kesan Tidak Tahu Terima Kasih (tolong garis bawahi kata “Kesan” yah jadi sifatnya tidak mutlak)

Dalam  berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo sangat mendukung kemajuan para unicorn (perusahaan startup bernilai lebih dari US$ 1 miliar) seperti Bukalapak, Tokopedia, Gojek dan Traveloka.

Bahkan beberapa kali di media massa, Presiden Joko Widodo datang ke acara yang diselenggarakan Bukalapak termasuk pada perayaan hari ulang tahunnya di Jakarta pada Januari 2019 lalu.

Hal ini secara umum menunjukkan jika saluran komunikasi Achmad Zaky dengan Presiden Joko Widodo sebenarnya cukup dekat dan baik. Jadi cukup mengherankan publik, kalau dirinya mengkritisi berat kebijakan Revolusi 4.0 (dari Kabinet Kerja), biaya R&D yang rendah, dan harapan adanya presiden baru lewat jalur sosial media.

Dalam logika awam jbkderry.com, dengan relasi yang cukup baik, kenapa tidak menyampaikan secara langsung jika punya masukan atau kritikan ke Presiden Joko Widodo. Hal ini tentu menjadi pertanyaan pertama…

2. Data yang Salah

Achmad Zaky pun akhirnya mengakui jika data dana R&D yang ia unggah adalah data lawas sebelum periode era pemerintahan Joko Widodo.

Sebuah referensi yang masuk kategori fatal dari seorang CEO salah satu Unicorn di Indonesia.

3. Kata Presiden Baru

Dalam berbagai kesempatan, bahkan setelah dipanggil ke Istana, Achmad Zaky menuturkan jika kata “presiden baru” itu bisa saja merujuk pada petahana.

Sebuah argumen yang tentu saja kurang lazim di benak publik. Pertama dia mengkritik kebijakan “Revolusi 4.0” dan “biaya riset dan pengembangan yang rendah”, dan diakhiri dengan kata “presiden baru”, persepsi umum yang timbul adalah harapan pada munculnya figur baru yang bisa memperbaiki keadaan.

Sebuah pernyataan yang memiliki efek panas kelas tinggi ke publik dari seorang CEO sebuah Unicorn sekelas Bukalapak.

Catatan Secangkir Kopi

Sekali lagi, artikel ini bukan untuk semakin memanaskan keadaan, hanya semata berbagi sudut pandang, walaupun hanya sekelas secangkir kopi.

Tujuan lainnya adalah sebagai pengingat agar sikap yang mestinya lebih berhati-hati sekarang dan ke depan saat berada di puncak, apalagi karena resikonya bisa fatal jika menyangkut bisnis yang melibatkan banyak orang, nilai investasi yang sangat besar,  dan bisa memicu perdebatan semakin mendalam yang sudah semakin panas lima tahun terakhir.

Awrait, itu saja artikel receh kali ini, semoga ada manfaatnya. Semoga ke depannya, semuanya bisa lebih berhati-hati dalam bersikap dan berucap, agar lebih damai lagi negeri ini.

Silakan berkomentar di bawah, jika punya pandangan lain…

One Reply to “NGOBROLIN #UNISTALLBUKALAPAK #ARTIKELSECANGKIRKOPI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s