MELONGOK PERKEMBANGAN PASAR MOBIL DI DUNIA SEPANJANG TAHUN 2018

Mancanegara – Tahukah Anda jika pada tahun 2018 lalu, ada sekitar 86 juta mobil baru terjual di 54 pasar mobil terkemuka di dunia. Dan ada dua segmen kendaraan yang tengah naik daun angka penjualannya yaitu segmen SUV dan segmen mobil listrik (sumber data situs best-selling-cars.com).

Jadi sepanjang tahun 2018 lalu, angka penjualan kendaraan berdesain SUV mampu menyumbangkan pangsa pasar sebesar 36% atau nyaris menembus angka 30 juta unit mobil (tepatnya 29,77 juta unit). Angka pencapaian itu disebut naik 7% ketimbang data pencapaian penjualan di tahun 2017.

Sementara pasar mobil listrik disebut naik 74%, dengan total angka penjualan menembus 1,26 juta unit.

Meski angka penjualan ini terhitung besar, tapi tahun 2018 juga disebut menjadi dimulainya era tantangan baru bagi para pelaku industri otomotif terkemuka di dunia. Beberapa tantangan yang dihadapi menyebabkan efek perdagangan yang kurang baik, di antaranya karena persoalan ekonomi dunia, beberapa perubahan kebijakan politik di pasar-pasar utama, serta tantangan status quo di kalangan pelaku industri itu sendiri.

“Tahun 2018 itu dapat dikatakan sebagai era baru untuk industri otomotif dunia,” kata Felipe Munoz, analis global dari JATO (jato.com).

Munoz menambahkan penjelasannya jika era baru ini juga disertai dengan beberapa fakta baru di antaranya pertumbuhan pasar penjualan mobil baru yang kuat justru terjadi di India, Brazil, Rusia dan Asia Tenggara. Sementara di Eropa, Cina dan Amerika Serikat malah tengah mengalami perlambatan.

“Menurunnya angka penjualan mobil di Cina tentu berpengaruh pada pasar otomotif dunia pada tahun 2018, mengingat sekitar 30% pasar mobil di dunia ada di negera tersebut, dan ini tentu terasa dampaknya pada belahan dunia lainnya,” kata Munoz lagi.

Selain pengaruh dari melambatnya pasar penjualan mobil di Cina, industri otomotif dunia juga harus menghadapi perubahan situasi di Eropa, mulai dampak dari Brexit serta diberlakukannya beberapa regulasi lingkungan yang kompleks di wilayah Benua Biru.

Selain itu, tantangan lain adalah perubahan model kepemimpinan di beberapa kalangan industri otomotif terkemuka di dunia, yang kemudian berdampak dengan arah kebijakan yang tidak mudah.

Terlepas dari tantangan yang ada, faktor kejutan lain adalah posisi India pada tahun 2018, dimana India berhasil menjadi pasar penjualan mobil terbesar keempat di dunia dan berhasil melewati Jerman. Pertumbuhan angka penjualan mobil baru di India sendiri diprediksi akan terus berlangsung selama beberapa tahun ke depan, dan di tahun 2021 dipercaya bisa menjadi pasar penjualan mobil terbesar ketiga di dunia.

Data lain juga menunjukkan jika perubahan peta pasar juga terjadi di Rusia yang mampu melewati angka penjualan mobil baru di Korea Selatan.

Secara umum, angka penjualan mobil baru terbesar pada tahun 2018 masih dipegang oleh Cina dengan angka 28,08 juta unit, diikuti Eropa sebesar 17,7 juta unit, dan Amerika Serikat sebanyak 17,3 juta unit.

Kejutan lain dari wilayah Amerika Latin yang mampu melampaui angka penjualan mobil di Jepang, dengan perbandingan angka 5,6 juta unit berbanding 5,2 juta unit.

Perubahan arah baru yang dimaksud Munoz di atas juga berdasarkan fakta yang telah terjadi, di antaranya permintaan kendaraan listrik yang semakin meningkat di Cina pada tahun 2018. Apalagi pemerintah-pemerintah lokal di sana disebut banyak memberikan bentuk promosinya masing-masing agar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan lingkungan.

Produsen mobil yang menuai catatan penjualan mobil listrik yang manis apalagi kalau bukan Tesla, melalui Model 3 yang berhasil menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia terutama di wilayah Amerika Utara.

Naiknya popularitas mobil listrik juga terjadi di Eropa menyusul terjadinya krisis diesel di wilayah tersebut.

Bagaimana dengan pasar SUV sendiri yang mengalami ledakan permintaan di dunia saat ini, termasuk menurut pengamatan jbkderry.com juga terjadi di Indonesia.

Beberapa produsen kendaraan yang menuai hasil penjualan yang positif di segmen kendaraan SUV di antaranya ada nama Toyota, Hyundai, VW Group, dan aliansi Renault-Nissan.

Sebagaimana juga pernah diulas di jbkderry.com, klasifikasi kendaraan SUV sendiri ada banyak ragamnya. Silakan baca SEGMEN SUV YANG MAKIN BERKEMBANG & DIMINATI.

Nah, di antara klasifikasi yang bisa Anda baca di link artikel tersebut, pasar compact SUV yang paling diminati oleh konsumen dunia saat ini, yaitu mencapai angka 12,3 juta unit pada tahun 2018 lalu.

Di Indonesia saat ini menurut pengamatan jbkderry.com, segmen compact SUV di antaranya ada Mazda CX-5, Hyundai Tucson, Renault Koleos dan  Peugeot 3008.

Segmen SUV berikutnya yang disukai konsumen dunia adalah mid-size SUV yang pada tahun 2018 lalu menembus angka penjualan 7,2 juta unit. Di Indonesia, segmen ini bisa disebut paling riuh. Untuk SUV mid-size dengan struktur bodi monokok ada Honda CR-V, Nissan X-Trail, dan Hyundai Santa Fe. Sementara untuk SUV mid-size dengan struktur bodi ladder-on-frame ada Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Nissan Terra, Isuzu mu-X, dan Chevrolet Trailblazer.

Di bawah segmen compact ada yang umum disebut sub-compact SUV atau small SUV. Kalau di Indonesia, segmen ini di antaranya diisi oleh Toyota C-HR, Honda HR-V, Mazda CX-3, Mitsubishi Outlander Sport, dan Chevrolet Trax. Segmen small SUV pada tahun 2018 lalu mampu mengalami pertumbuhan double-digit dengan angka penjualan mencapai 6,6 juta unit.

Segmen SUV ukuran gede alias large-SUV juga mencatat angka penjualan cukup baik pada tahun 2018 dengan angka 3,7 juta unit. Di Indonesia, segmen ini di antaranya diisi oleh Mazda CX-9.

Uniknya, model kendaraan yang terlaris di Indonesia yaitu MPV justru mengalami angka penurunan penjualan yang cukup tajam pada tahun 2018 lalu. Kendaraan berdesain MPV turun 14% sepanjang tahun 2018 dengan angka penjualan 6 juta unit, atau nyaris turun 1 juta unit dibanding data penjualan tahun 2017.

Data penjualan MPV yang menurun ini terjadi di hampir seluruh pasar utama dunia, dan nilai persentasinya lebih besar dibanding angka penjualan mobil compact (hatchback, sedan dan stationwagon) yang juga turun sebesar 8% di pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Wah, agak berbeda dengan di Indonesia yah. Pasar di MPV makin ramai, khususnya di segmen low MPV yang diisi Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, Nissan Livina dan Wuling Confero. Demikian pula di segmen MPV yang diisi Toyota Kijang, Nissan Serena, dan Wuling Wortez.

Produsen dengan angka penjualan terbesar di tahun 2018 sendiri dipegang oleh Toyota dengan angka penjualan di atas 8 juta unit, di posisi kedua ada Volkswagen dengan angka penjualan 6 juta unit, posisi ketiga ada Ford dengan angka penjualan di atas 5 juta unit.

Posisi ke-4, 5 dan 6 masing-masing diisi oleh Honda, Nissan dan Hyundai dengan angka penjualan masing-masing menembus angka 4 juta unit.

Model kendaraan terlaris adalah Ford F-Series dengan angka penjualan tembus 1 juta unit, diikuti oleh Toyota Corolla di atas 900 ribu unit, dan di posisi ketiga ada Honda Civic dengan angka penjualan di atas 800 ribu unit. Wah, pantesan Civic hatchback juga cukup banyak beredar di jalan Indonesia yah, guys…

Awrait, itu saja informasi sementara di hari ini Minggu 24 Februari 2019, semoga informasinya bermanfaat, terima kasih telah menyempatkan diri untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s