PAMERAN OTOMOTIF BERKELAS DUNIA MULAI KEHILANGAN PESONA #ARTIKELSECANGKIRKOPI

Mancanegara – Senin 25 Februari 2019, jbkderry.com mencoba memasukkan kata kunci mengenai info mobil baru apa saja yang akan tampil di Geneva Motor Show 2019 (7 – 17 Maret), dan langsung tersentak membaca artikel breaking news di carbuzz.com yang diunggah pada 4 Februari 2019 (link di sini).

Jadi dalam artikel itu disebutkan jika Hyundai akan menyusul jejak Ford, Jaguar Land Rover dan Volvo untuk absen alias tidak ikut serta di salah satu pameran otomotif paling bergengsi di dunia tersebut. Wow…

Benak jbkderry.com langsung teringat pada artikel yang diunggah di media kelas secangkir kopi di tahun 2018 lalu, baca TANTANGAN DUNIA PROMOSI OTOMOTIF DI MASA DEPAN (ULASAN SECANGKIR KOPI).

Jadi di artikel itu disebutkan jika pameran otomotif terkemuka yang lain, yaitu Paris Motor Show 2018 (4-14 Oktober) berlangsung sepi, dan di pameran otomotif terbesar lainnya yaitu North American International Auto Show, 14 – 27 Januari 2019, tersiar kabar jika Mercedes-Benz mengikuti jejak Audi dan BMW untuk tidak ikutan sebagai peserta pameran.

Anda bisa memasukkan kata kunci “Mercedes Benz skip NAIAS 2019” jika penasaran tentang kebenaran informasi tersebut.

Wow, benar juga kata Felipe Munoz, analis dari JATO.com, jika sejak tahun 2018 lalu, industri otomotif dunia telah mengalami era tantangan yang baru. Apakah ini juga pertanda distrupsi bagi keberlangsungan pameran otomotif berkelas dunia, seperti Paris Motor Show, NAIAS atau Geneva Motor Show? Silakan Anda tinggalkan komentar di bawah, atau jika masih bingung juga, biarkan waktu yang akan menjawab.

Tapi yang jelas di hari artikel kelas secangkir kopi ini dibuat Selasa 26 Februari 2019, jbkderry.com juga menerima undangan kegiatan dari Toyota di pekan depan, yang temanya “Toyota Interactive Virtual Assistant Introduction”.

Dalam undangan itu disebutkan juga informasi sebagai berikut, “Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan teknologi digital yang semakin meningkat, terjadi pula perubahan pola pengumpulan informasi dari konsumen yang lebih nyaman dan instan, tidak terkecuali di dunia otomotif saat ini.”

Jika mengacu pada salah satu pendapat klasik mengenai kehidupan, “Everything happens for a reason”, atau kira-kira artinya “Tentu ada makna dari setiap kejadian, atau bukan kebetulan”, bisa jadi gejala disrupsi juga sudah menjangkiti pameran otomotif berkelas dunia.

Pihak Ford sendiri dilansir dari Carbuzz.com mengatakan, absennya pihak mereka dari Geneva Motor Show 2019 karena pertimbangan nilai investasi yang besar untuk ikut serta tidak disertai kans kembalinya nilai investasi yang diharapkan. Terungkap jika untuk ikut serta dalam pameran otomotif sekelas Geneva Motor Show bisa menghabiskan dana hingga 10 juta USD (coba saja kalikan Rp 14.000).

Pihak Volvo juga mengungkap alasan ketidaksertaannya, karena mengganggap pameran otomotif bukan lagi cara terbaik untuk menjangkau konsumen. Sebagai contoh, Volvo lebih suka memperkenalkan XC40 di ajang Milan Fashion Week 2017 ketimbang pameran otomotif konvesional.

Pantas saja, dari berbagai pengamatan di jagat maya, atensi publik dan media lebih antusias mengikuti informasi pameran seperti CES, SEMA atau Pebble Beach Concours d’Elegance.

Kalau menurut pendapat kalian bagaimana, guys? Silakan tinggalkan komentar di bawah, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s