70 PERSEN ORANG INDONESIA YANG TEST DRIVE LANGSUNG BELI MOBIL BARU

Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor saat melakukan materi presentasi di hadapan awak media, Jumat 29 Maret 2019.

Jakarta – Saat diundang ke prosesi acara peresmian fasilitas Toyota Driving Experience pertama di Indonesia, Jumat 29 Maret 2019, ada satu momen yang menurut jbkderry.com bagus jadi bahan satu artikel.

Momen itu seperti yang nampak pada foto lead artikel kelas secangkir kopi ini, yaitu saat Anton Jimmi Suwandy yang menjabat sebagai Marketing Director PT Toyota Astra Motor menyampaikan materi presentasinya di hadapan awak media undangan.

“Berdasarkan data yang kami miliki, sekitar 70 persen yang melakukan kesempatan test drive dilanjutkan dengan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan),” kata Anton.

Atas dasar itulah pulalah yang menjadi salah satu pertimbangan utama mengapa fasilitas Toyota Driving Experience pertama yang berlokasi di kawasan Sunter – Jakarta diresmikan. Baca DI SINI BISA TEST DRIVE SEMUA MOBIL TOYOTA YANG DIJUAL DI INDONESIA.

Kata-kata petinggi PT TAM itu buat jbkderry.com menyiratkan beberapa informasi penting. Pertama, mengingatkan pada salah satu pribahasa yang sering kali telah kita dengar, “Tak kenal maka tak sayang.”

Kedua, adalah ini menandakan konsumen pembeli mobil baru di Indonesia sudah naik ke level yang lebih tinggi, atau dengan kata lain sudah naik kelas tidak semata membeli merek, tapi harus kenal dan dekat dulu.

Bayangkan saja, jika produsen mobil baru terbesar di Indonesia kini berani mengajak calon konsumen untuk mengetes mobilnya, tidak lagi sekadar mengandalkan nama besar merek dagangnya.

Ya, sejak era digital berkembang semakin pesat (setidaknya sejak tahun 2018 lalu mulai semakin terasa gejalanya), diiringi dengan fenomena disrupsi, para produsen memang dituntut lebih giat untuk melakukan proses komunikasi dan pendekatan ke konsumen, mengingat calon konsumen pun kini punya kuasa untuk semakin aktif mencari arus informasi yang diinginkan dan dibutuhkan.

Hal ketiga adalah itu berarti pihak produsen pun dituntut untuk lebih serius dalam mengembangkan kendaraan yang sesuai kebutuhan dan ekspektasi konsumen, dan itu berarti situasi yang lebih baik pula bagi industri, karena setiap produsen berusaha menampilkan yang terbaik dan semakin mendengarkan suara konsumen.

Bagaimana menurut Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s