HYUNDAI TUCSON INDONESIA COMMUNITY GELAR TOURING 2019 KE SURAKARTA

@ Candi Plaosan

Surakarta – Di awal Maret 2019, tepatnya pada tanggal 7 – 10 Maret, Tucson Indonesia Community mengadakan kegiatan Touring dengan tujuan kota Surakarta dan tempat-tempat  wisata di sekitar Surakarta. 

“Touring yang bertajuk Explore the Heritage kali ini cukup istimewa karena merupakan rangkaian kegiatan Touring Tucsonic terlama, yaitu selama total 4 hari 3 malam,” kata Candra Wardani sebagai ketua pelaksana.

Keberangkatan peserta yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan Bandung dimulai dari Rest Area Km. 102 Tol Cipali. Ada 14 unit Hyundai Tucson yang memulai perjalanan sekitar pukul 9:30 WIB menuju kota Surakarta melalui tol trans Jawa.

“Konvoi dikomandoi oleh Om Ketum Yudihastoro sebagai Road Captain 1,” lanjut Candra.

@ de tjolomadoe

Rombongan sempat beristirahat di kota Tegal untuk Sholat dan makan siang, menikmati sate Batibul.

Sekitar pukul 14:00 WIB, seluruh peserta kembali melintasi Tol Trans Jawa menuju Surakarta. Setelah kurang lebih tiga jam perjalanan dari Tegal, rombongan kembali masuk ke di Rest Area Km. 429 Tol Ungaran untuk mengisi BBM dan Sholat sekaligus istirahat sejenak.

Sekitar pukul 18:30 rombongan tiba di tempat menginap yaitu hotel Megaland jalan Slamet Riyadi disambut oleh rekan-rekan dari Semarang dan Bali yang sudah tiba lebih awal.

“Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 350 kilometer peserta dipersilahkan istirahat, panitia bekerjasama dengan pihak hotel juga membantu mengkoordinir rekan-rekan yang akan wisata kuliner di kota Surakarta malam ini dengan menyediakan beberapa Becak”, demikian kata Om Indra peserta dari Bandung yang dalam kepanitiaan kebagian mempersiapkan akomodasi, konsumsi dan menentukan tujuan wisata berikut jalur yang akan dilalui.

Beberapa peserta tampak antusias menikmati kuliner kas Solo sambil naik becak. Sate kere, nasi liwet dan wedang ronde menjadi incaran beberapa peserta.

Memasuki hari kedua ada 2 kendaraan yang ditinggal di Hotel karena ada kendala dan akan dicek oleh mekanik dari Bengkel Hyundai Solo dan sebanyak 17 unit kendaraan siap untuk melanjukan kegiatan menuju Candi Cetho yang terletak di Kabupaten Karanganyar, arah wisata Tawangmangu.

Sekitar pukul delapan pagi, rombongan meninggalkan Hotel menuju Candi Cetho. Jalan yang sempit dan menanjak serta banyaknya tikungan tajam (bahkan beberapa titik cukup ekstrim karena sangat terjal tanpa pengaman di sisi kanan maupun kiri jalan) membuat Road Captain lebih berhati-hati dan selalu memberikan informasi untuk tetap berhati-hati dan tetap menjaga jarak.

“Jalanan menuju Candi Cetho ini benar-benar menguji ketangguhan Hyundai Tucson, ada lebih dari 2 tanjakan yang sangat extrim dan tidak ada jarak untuk ancang-ancang, namun dapat dilalui dengan mulus walaupun butuh kehati-hatian”, ungkap Om Gede Eko satu-satunya peserta dari Bali.

Tiba di Candi Cetho para peserta langsung menuju lokasi wisata setelah sebelumnya berfoto bersama dan antri untuk mengenakan sarung sebagai salah satu syarat memasuki area wisata Candi Cetho.

Setelah puas menikmati keindahan Candi Cetho dengan udara sejuknya rombongan meninggalkan lokasi Candi Cetho menuju salah satu resto di wilayah Kemuning untuk istirahat makan siang sekaligus melaksanakan Sholat Jumat.

Selesai istirahat makan siang dan Sholat Jumat rombongan melanjutkan kembali perjalanan menuju Solo dan menyempatkan untuk berkunjung ke Astana Giri Bangun, tempat dimana mantan Presiden Suharto beserta Ibu Tien disemayamkan yang lokasinya searah menuju jalan pulang. Dari Astana Giri Bangun rombongan langsung menuju ke Hotel untuk persiapan acara selanjutnya yaitu Gala Diner.

Sekitar pukul 19:00 WIB acara Gala dinner dimulai dan diawali dengan makan bersama di Restoran Hotel Megaland. Sajian khas Surakarta seperti Nasi Liwet dan Tengkleng tak ketinggalan ikut disajikan.

Seluruh peserta beserta keluarganya tampak menikmati sajian makanan dan hiburan yang sudah disiapkan oleh panitia. Seperti biasa acara juga diisi dengan sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua Umum dilanjutkan dengan kesan dan pesan dari peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan touring.

Gala diner kali ini sangat meriah disamping karena acara dikemas cukup santai, tukar kado dan pengundian doorprize dari para sponsor juga menjadi salah satu keseruan tersendiri. Game-game yang diberikan untuk bisa mendapatkan doorprize membuat acara gala dinner semakin seru.

“Hadiah utama doorprize berupa sepasang shock absorber depan Hyundai Tucson merupakan yang paling sulit didapatkan, sampai-sampai Om Ramon sebagai host acara gala dinner harus membuat pertanyaan berulang kali,” demikian kata om Agil, satu-satunya peserta dari Klaten.

Doorprize kali ini memang cukup menarik karena disamping Shock Absorber juga ada voucher Hotel dan lain-lain. Gala dinner ditutup dengan penunjukan om Bayu sebagai ketua pelaksanan MUNAS tahun ini.

Candi Ratu Boko merupakan destinasi wisata di hari ke-tiga, setelah selesai sarapan pagi seluruh peserta mempersiapkan diri untuk line up sesuai nomor urut masing-masing.

Berangkat melalui jalan utama Solo-Jogja yang padat dan banyak lampu pengatur lalu-lintas menjadi tantangan tersendiri, mengingat rangkaian konvoi pasti akan terputus, namun karena Tucsonic selalu menerapkan aturan dasar konvoi, maka hal tersebut dapat diatasi dengan saling menginformasikan melalui radio komunikasi yang wajib dibawa setiap peserta.

Tiba di lokasi wisata Candi Ratu Boko anak-anak asyik bermain dengan merpati dipelataran sebelum masuk ke area Candi. Teriknya matahari tidak menyurutkan para peserta dan keluarganya untuk menuju ke lokasi Candi, beberapa peserta menikmati es kelapa muda yang dijajakan di sepanjang jalan menuju Candi Ratu Boko.

Menjelang waktu makan siang seluruh rombongan keluar dari area wisata Candi Ratu Boko untuk menuju ke resto Wedang Kopi yang berlokasi di sekitar Candi Plaosan.

“Setelah selesai makan siang dan istirahat sejenak, kita akan melakukan foto session di lapangan samping Candi Plaosan”, kata Rahmat selaku Road Captain 2, “Lokasinya sekitar 500 meter dari sini”, lanjutnya.

Untuk menghemat waktu, peserta cukup di lapangan samping Candi Plaosan sambil melakukan foto session dan mengatur posisi kendaraan masing-masing agar tampak menarik saat difoto.

Puas dengan foto formasi kendaraan Hyundai Tucson-nya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju museum De’ Tjolomadoe yang berada di Surakarta.

Lokasi wisata ini merupakan bekas pabrik gula yang dipugar dan difungsikan sebagai mesum, di dalamnya terdapat mesin-mesin untuk memproduksi gula dari jaman Belanda dan juga cafe-cafe serta toko souvenir.

Sebelum melanjutkan perjalanan seluruh peserta berfoto bersama di pelataran parkir museum, kemudian rombongan line-up menuju pusat oleh-oleh kas Solo dilanjutkan dengan makan malam di salah satu resto kas Solo. Beberapa peserta memisahkan diri dari rombongan untuk berburu oleh-oleh dan menikmati kuliner khas Solo masing-masing.

Hari terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan kali ini, sambil menunggu selesainya Car free Day yang berada di depan Hotel, beberapa peserta memanfaatkan untuk menikmati kuliner khas Solo yang dijajakan di sepanjang jalan Slamet Riyadi.

Setelah berakhirnya acara Car Free Day, seluruh peserta dari Jabodetabek dan Bandung line up meninggalkan lokasi hotel menuju ke Jakarta. Jalanan cukup lengang sampai seluruh rangkaian konvoi memasuki Tol Trans Jawa.

Seperti biasanya, dalam perjalanan pulang Road Captain meminta masukan berupa kesan dan pesan dari seluruh peserta yang masih tergabung dalam rangkaian konvoi tentang rangkaian kegiatan kali ini.

Semua sependapat bahwa Touring kali ini lebih meriah lagi dibandingkan dengan touring-touring sebelumnya. Sekitar pukul 13:30 WIB rombongan tiba di Rest Area KM 228 untuk istirahat makan siang dan Sholat serta mengisi bahan bakar.

“Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa seluruh rangkaian acara yang dimulai sejak tanggal 7 hingga 10 Maret 2019 akhirnya selesai digelar dan berjalan sesuai rencana, di tempat ini pula kami membubarkan diri dan seluruh rangkaian kegiatan Touring kali ini dinyatakan selesai, para peserta kembali ke rumah masing-masing sambil tetap konvoi sampai dengan Km. 86 Tol Cipali,” kata Candra Wardani.

Kegiatan Touring ini dimulai dari sejak hari Kamis tanggal 7 Maret 2019 hingga hari Minggu 10 Maret 2019 diikuti oleh 17 unit kendaraan Hyundai Tucson dengan 19 member Tucsonic dari beberapa daerah, sedangkan jumlah keseluruhan peserta termasuk keluarganya sebanyak 53 peserta termasuk di dalamnya 5 balita.

Sebagai panitia pelaksana diserahkan kepada Chapter Bandung. Kegiatan selanjutnya yang sudah diagendakan adalah touring gabungan dengan komunitas SUV berupa Bhakti Sosial pembangunan 1000 jembatan untuk Indonesia, bekerjasama dengan Vertical Rescue dan Korea SUV, sedangkan untuk Tucsonic sendiri direncakanan sebelum Musyawarah Nasional sekaligus ulang tahun yang ke-3 yang jatuh pada bulan Oktober, adalah kegiatan touring ke Sumatera, tepatnya ke Lampung.

Wuih, seru perjalanannya neeh, kawan-kawan Tucsonic. Semoga semakin kompak dan jaya selalu. Ditunggu info-info kegiatan berikutnya yah…

One Reply to “HYUNDAI TUCSON INDONESIA COMMUNITY GELAR TOURING 2019 KE SURAKARTA”

  1. Tucsonic Fantastic … kalo bikin turing emang selalu meriah dan memanjakan peserta turing… see you in Lampung

Leave a Reply to Ramon Moncest 098 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s