NGOBROLIN PERKEMBANGAN PASAR OTOMOTIF DI CINA

Jakarta – Ngobrolin perkembangan pasar otomotif di Cina rasanya selalu menarik. Banyak hal yang bisa dikupas, mulai dari upaya merek mobil asal Cina memulai penjualan di Amerika Serikat, potensi dan perkembangan pasar mobil listrik, data penjualan, hingga kondisi pasar otomotif terkini.

Baik kita mulai upaya merek mobil Cina mengikuti dua negara asal Asia, Jepang dan Korea, yang ingin masuk pasar otomotif Amerika Serikat. Sebagai informasi, Jepang melalui Toyota telah memasuki pasar otomotif Amerika Serikat pada tahun 1970an. Sementara Korea melalui Hyundai mulai masuk pasar otomotif Amerika Serikat pada tahun 1980an.

Dan di bulan Desember 2018, Qiantu Motor telah mengumumkan pihaknya akan menjadi produsen otomotif pertama asal Cina yang akan memasarkan produknya ke Amerika Serikat.

Sebelumnya, pabrikan mobil Cina sebenarnya telah mulai menjual mobil produksinya di Amerika Serikat, namun dengan brand yang sudah mapan, misalnya Buick Envision yang diproduksi oleh Shanghai GM, sebuah perusahaan patungan SAIC Motor asal Cina dengan General Motors. Serta ada pula Volvo S90, sebagaimana diketahui pada tahun 2010, kepemilikan Volvo telah beralih dari Ford ke Geely.

Sedianya, pabrikan Qiantu akan memproduksi mobil sport mewah berbasis tenaga listrik dengan nama K50. Produksi Qiantu K50 sedianya menjadi upaya kerjasama CH-Auto yang merupakan produsen asal Cina dengan Mullen Technologies sebuah startup yang bermarkas di Southern California. Komponennya akan diproduksi di Amerika dan Cina.

Kehadiran K50 tentu akan menjadi ujian awal buat Tesla, produsen mobil listrik mewah di Amerika Serikat, dengan iming-iming strategi klasik merek mobil asal Cina yaitu posisi harga yang jauh lebih terjangkau. Sebagaimana telah banyak diulas berbagai media, Tesla Model 3 merupakan mobil listrik terlaris di Amerika Serikat, sekaligus menjadi sedan terlaris di sana. Model kendaraan listrik lain dari Tesla, yaitu Model S dan Model X juga masuk ke dalam jajaran Top 4 mobil listrik terlaris di Amerika Serikat.

Meski demikian, dikutip dari situs Quartz, jalan pabrikan mobil asal Cina itu untuk masuk ke Amerika Serikat telah dihadapkan pada beberapa tantangan yang tidak mudah, terutama soal perang dagang di antara kedua negara. Belum lagi, pasar mobil listrik di Amerika Serikat sendiri masih baru di kisaran 2% dari total market.

Upaya Cina mengembangkan sayap pasar otomotif ke luar negeri, termasuk di antaranya ke Amerika Serikat dan Indonesia, tentu tidak terlepas dari iklim industri otomotif dalam negerinya yang mulai mengalami perlambatan jika tidak ingin disebut menurun.

Pada tahun 2018 lalu untuk pertama kalinya pasar mobil baru di Cina mengalami penurunan angka penjualan dalam 20 tahun terakhir. Dan beberapa analis menyebutkan jika perlambatan pertumbuhan ini akan terjadi di Cina hingga dua tahun ke depan.

Di tahun 2018, pasar mobil di Cina turun 6 persen dibanding pencapaian tahun 2017. Data ini disampaikan langsung oleh China Passenger Car Association, di awal Januari 2019 lalu. Di bulan Desember 2018, angka persentasi penurunan malah mencapai dua digit sebesar 19%.

Pasar otomotif Cina disebut telah melewati masa puncak pertumbuhan, setelah empat tahun lalu mengalami pertumbuhan pesat berkat penurunan besar pajak pembelian kendaraan dari 10 persen menjadi 5 persen.

Dan salah satu penyebab penurunan itu ditenggarai oleh faktor kembalinya besara pajak pada awal tahun 2018. Hal ini disebut sangat berdampak pada kemampuan daya beli pekerja di level bawah dan menengah. Belum lagi tekanan dari kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Di tengah kondisi domestik yang kurang menguntungkan, pasar mobil baru di Cina masih yang terbesar di dunia. Pada tahun 2018 lalu, sebanyak 28 juta unit mobil baru terjual, dan diperkirakan pada tahun 2019 ini akan mencapai angka yang sama.

Kondisi domestik yang kurang menguntungkan saat ini, khususnya di segmen low-end, yang nampaknya turut menstimulasi pabrikan mobil asal Cina untuk lebih agresif di pasar global.

Di Indonesia sendiri saat ini, setidaknya ada dua brand asal Cina yang nampak sangat serius melakukan penetrasi, yaitu Wuling dan DFSK. Dengan iming-iming klasik harga yang lebih terjangkau dan fitur yang berlimpah, tentu kedua brand asal Cina itu punya kans untuk meraih konsumen pembeli mobil baru dari kelas menengah yang lebih efisien dalam pengeluaran.

Bagaimana menurutmu, guys?

2 Replies to “NGOBROLIN PERKEMBANGAN PASAR OTOMOTIF DI CINA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s