PESAN BERBEDA DARI PABRIKAN MOBIL JEPANG DI IIMS 2019 #ULASANSECANGKIRKOPI

Jakarta – Penyelenggaraan IIMS 2019 atau yang di tahun ini jadi TIIMS karena ada sponsor utama dari Telkomsel telah berakhir saat artikel khas secangkir kopi ini dibuat Selasa 7 Mei 2019. Hari terakhir IIMS 2019 jatuh pada Minggu 5 Mei 2019.

Dari pengamatan jbkderry.com, ada pesan yang berbeda dari pabrikan mobil asal Asia di pameran otomotif tahunan ini. Dan pesan ini nampak jelas berbeda di banding event IIMS di tahun sebelum-sebelumnya…

Yuk, kita mulai dari Toyota…

Toyota di hari pertama memboyong seluruh lineup mobil hybrid-nya di IIMS 2019. Sederhananya, Toyota Indonesia ingin menyampaikan pesan aplikasi teknologi kontemporer untuk masyarakat di tanah air, meskipun untuk meminangnya di atas kemampuan masyarakat umum yang masih lebih doyan dengan banderol harga di bawah Rp 300 juta, dan berdesain low MPV.

Untuk memiliki mobil berteknologi hybrid, konsumen setidaknya harus menyiapkan dana Rp 500 juta+ untuk mendapatkan model denga harga paling terjangkau yaitu C-HR Hybrid (Rp 523,35 juta OTR Jakarta, data Mei 2019 dan harga bisa berubah sewaktu-waktu).

Baca juga TOYOTA HADIRKAN SEMUA LINEUP MOBIL HYBRID DI IIMS 2019.

Sebagai kesimpulan a la jbkderry.com, upaya Toyota Indonesia ini patut mendapat apresiasi lebih, karena telah mengupayakan mobil berteknologi terkini (khususnya dalam hal efisiensi BBM dan emisi gas buang) dengan harga yang paling terjangkau untuk konsumen di Indonesia saat ini.

Pabrikan mobil asal Jepang lainnya, yaitu Mitsubishi Indonesia masih tetap fokus pengembangan strategi pemasaran Xpander yang menjadi tulang punggung penjualan di segmen kendaraan penumpang selama dua tahun terakhir.

Setelah menggandeng pasustri Dwi Sasono dan Widi Mulia saat kampanye Tons of Happiness di beberapa kota besar, lain halnya di IIMS 2019, dimana Mitsubishi Indonesia mengandeng pasutri Ringgo Agus Rahman dan Sabai Dieter.

MMKSI sepertinya ingin menunjukkan jika Xpander adalah pilihan utama para keluarga modern di Indonesia. Dan terbukti selama IIMS 2019, model kendaraan low MPV ini mampu membukukan SPK sebanyak 3.104 unit.

Selain itu, Mitsubishi Indonesia juga memperkenalkan Xpander Ultimate Limited Edition yang menurut seorang wiraniaga cuma diproduksi 1.000 unit, dan harganya lebih mahal Rp 11,5 juta ketimbang Xpander Ultimate reguler.

Baca juga MITSUBISHI XPANDER ULTIMATE EDISI TERBATAS DIHARGAI LEBIH MAHAL RP 11,5 JUTA.

MMKSI juga ingin menunjukkan pesan ketangguhan Xpander dengan menghadirkan Xpander AP4 Concept alias spek reli. Soal ini sudah banyak media mainstream yang membahas, tinggal memasukkan kata kunci “Xpander AP4” di Google dan informasinya sudah banyak.

Pesan yang unik justru datang dari Suzuki. Alih-alih fokus pada lineup mobil penumpang, pabrikan mobil asal Jepang yang satu ini justru lebih fokus pada model kendaraan niaga ringan terbaru New Carry Pick-up yang hadir dengan dimensi lebih besar.

Pabrikan mobil asal Jepang lainnya yaitu Honda tampil dengan salah satu prioritas utama adalah kendaraan low SUVnya yaitu Honda BR-V yang dapat penyegaran tampilan alias facelift.

Dari pantauan di media sosial, Honda dan juga pabrikan mobil asal Jepang lainnya yaitu Nissan yang melakukan aktivitas promosi di waktu yang bersamaan dengan penyelenggaraan IIMS 2019. Di antara interval waktu sebelas hari pameran IIMS 2019, Honda dan Nissan masing-masing mengajak awak media maintsream untuk test drive Livina dan juga BR-V versi facelift ini.

Bagi jbkderry.com, aktivitas promosi dari Honda dan Nissan tentu menjadi salah satu kiat untuk menarik minat beli konsumen jelang momen mudik Lebaran, dimana banyak orang Indonesia umumnya melakukan aktivitas membeli mobil baru.

Pesan yang sama sekali berbeda dan baru bagi jbkderry.com ini, sekaligus seakan menandai momen pergeseran para pabrikan mobil Jepang dalam membuat dan menciptakan strategi promosi dan pesan kepada masyarakat di tanah air.

Dari kacamata jbkderry.com, pameran otomotif sekelas IIMS tidak lagi menjadi sekadar perang antar brand Toyota vs Honda, atau Toyota Avanza versus Mitsubishi Xpander, atau bahkan perang potongan harga dan hadiah khusus pameran.

Lebih jauh lagi pameran otomotif sekelas IIMS juga telah seakan membuka mata publik, jika strategi pesan dari masing-masing pabrikan semakin terpecah, tidak lagi main di isu umum yang megah.

Masing-masing  pabrikan mobil asal Jepang nampak lebih suka membuat diferensiasi strategi untuk mengembangkan potensi pasar.

Sekali lagi era digital dan potensi disrupsinya nampak telah memberikan dampak bagi para pabrikan mobil asal Jepang mesti membuat strategi sukses yang lebih spesifik, seperti halnya yang telah mereka sampaikan masing-masing di IIMS 2019.

Dan ini tentu baik pula bagi konsumen, baik sebagai upaya pembelajaran memperluas wawasan, dan juga kehadiran semakin banyaknya pilihan yang lebih beragam disertai sisi keunggulan produk, plus pesan yang lebih lengkap dari masing-masing pabrikan.

Bagaimana menurut Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s