TIGA MOMEN PALING TEPAT BELI MOBIL BARU DI TAHUN 2019

Jakarta – Artikel kali ini Selasa 14 Mei 2019 masih dari hasil ngobrol-ngobrol santai dengan pak Soerjo, sapaan akrab  Fransiscus Soerjopranoto yang merupakan Executive General Manager (Deputy Director) PT Toyota Astra Motor (TAM), pada saat acara buka PT TAM dengan awak media undangan pada Kamis 9 Mei 2019 di kawasan Senayan – Jakarta.

Jadi pak Soerjo menyebut ada tiga momen paling tepat yang tersisa di tahun 2019 buat membeli mobil baru, yaitu jelang momen Lebaran, pada saat pameran GIIAS 2019 di bulan Juli nanti, dan momen pergantian tahun.

Sayangnya, Derry Journey tidak sempat menanyakan alasan tiga argumen tersebut, jadi dikira-kira saja, namanya juga kelas media secangkir kopi…

Momen Lebaran di Indonesia dengan budaya mudik, plus THR yang sudah turun. Nah, momen ini tentu dimanfaatkan para produsen mobil di Indonesia untuk memberikan iming-iming yang paling menggiurkan agar potensial konsumen tertarik membeli produk mobil baru buatan mereka buat dipakai pulang kampung.

Dan trend yang masih berjalan sebagai tradisi dari tahun ke tahun di Indonesia, adalah pasar mobil low MPV alias mobil keluarga tujuh kapasitas duduk di tiga baris kursi di kabin mobil.

Lantas bagaimana dengan pameran GIIAS 2019 di bulan Juli nanti. Ya, ini adalah pameran yang dihelat Gaikindo sebagai payung industri kendaraan penumpang (baca: mobil baru) dan kendaraan niaga (baca: truk, bus, pick-up, dan semacamnya).

Nah, namanya pameran otomotif dari payung industri kendaraan bermotor di Indonesia, so pasti tawaran-tawaran menarik kembali diberikan kepada potensial konsumen ataupun pengunjung agar tergoda untuk membelanjakan dananya untuk membeli mobil baru.

Sementara di akhir tahun, biasanya tawaran lebih menarik lagi, karena biasanya dealer memberikan potongan harga lebih besar untuk menghabiskan VIN (atau nomor identitas produksi kendaraan) di tahun tersebut.

Meski demikian pak Soerjo juga sempat menyatakan tahun politik Pilpres biasanya akan mempengaruhi pergerakan minat beli konsumen. “Biasanya berlangsung setelah 10 bulan pasca pengumuman baru kembali normal dan naik, tapi tahun ini kemungkinan bisa jadi dimulai setelah pelantikan Presiden terpilih di bulan Oktober. Itulah juga yang kemungkinan pasar kendaraan baru di tahun ini akan lebih kecil dibanding tahun 2018 lalu, tetap di atas satu juta unit prediksinya, tapi kemungkinan di bawah 1,1 juta atau diperkirakan di angka 1,05 juta.”

Angin segarnya menurut pak Soerjo, kemampuan daya beli konsumen tetap ada, hanya kemungkinan lebih selektif. Hal ini ditandai dengan pendapatan perkapita di Indonesia masih terus stabil di kisaran US$3.000an.

Dari beberapa kali artikel mengenai pendapatan perkapita di atas US$3.000an yang pernah diulas di jbkderry.com, itu juga menandai jika periode motorisasi atau sederhananya kemampuan masyarakat Indonesia untuk membeli mobil baru, khususnya di rentang harga favorit di bawah Rp 300 juta per unit masih terjaga.

Ya, kira-kira itu dululah artikel khas secangkir kopi di jbkderry.com hari ini. Semoga ada manfaatnya, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s