MUDIK LEWAT JALAN TIDAK BIASA KARENA GOOGLE MAPS

Ciamis – Kamis 6 Juni 2019, Darth Vader kembali jadi tunggangan andalan Derry Journey buat melintasi jalur selatan Jawa menuju Ciamis dari Bogor. Waktu tepat menunjukkan pukul enam pagi saat perjalanan dimulai.

Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1440 H itu ternyata masih dihantui kemacetan super akut. Tantangan awal sudah dimulai di kawasan JORR menuju akses tol Cikampek. Titik jalanan satu ini sudah biasa jadi problema klasik, karena penyempitan lajur sementara volume kendaraan yang melintas jauh lebih banyak. Lebih parah lagi, karena banyak perilaku pengemudi mobil yang membuat lajur antrian kurang ajar menjadi tiga dan empat lajur.

Otomatis tradisi perebutan ruas jalan lazim terjadi di sini, seperti yang dialami pula Darth Vader. Sebuah Alphard baru beberapa bulan keluar showroom tiba-tiba potong lajur dari sisi kanan. Beruntung rem Darth Vader sudah dilengkapi fitur ABS, EBD dan BA, plus keberadaan perangkat tambahan Prime Suspension Active Stabilizator yang dapat membantu mereduksi jarak pengereman.

Tantangan berikutnya sudah menghadang sejak masuk kawasan tol Cikampek. Ternyata informasi jika puncak arus mudik sudah usai tidak sepenuhnya benar, kepadatan laju kendaraan meninggalkan kawasan ibukota dan sekitarnya terbukti pagi itu masih terjadi.

Alhasil Derry Journey pun mengaktifkan Google Maps di smartphone, siapa tahu ada informasi akses jalan alternatif buat menghindari kemacetan. Fitur peta digital pun nampak cukup sibuk di hari itu, karena panduannya pun beberapa kali berubah, mungkin karena perubahan titik kemacetan berlangsung lebih cepat sehingga mudah terjadi penyesuaian info akses jalan yang lebih lengang.

Di kawasan industri Cikarang, panduan di Google Maps meminta Derry Journey keluar dari akses tol. Selanjutnya pun petualangan dimulai. Sayangnya beberapa kali koneksi peta digital itu putus, sehingga terjadi penyesuaian yang cukup membingungkan.

Alhasil setelah muter-muter di jalan yang tidak biasa, melewati akses jalan perkampungan yang sempit yang hanya bisa dilintasi satu mobil, plus jalanan pinggiran sungai jadi menu yang cukup sering dilalui.

“Kok kayaknya kita melintasi jalur yang sama yah, yah?” kata Keanu, karena kemiripan kondisi jalan yang dilalui.

Di satu kesempatan di satu titik jalan yang dilalui, Darth Vader sempat melintasi sebuah Yamaha NMAX yang dinaiki sama pasangan suami istri dengan dua anak kecil. Di belakang motornya ditambahi besi untuk menjadi penyanggah barang bawaan sepeda anak dan karpet selain barang-barang bawaan mudik. Ajaiblah memang serba-serbi mudik di Indonesia…

Darth Vader kemudian baru diarahkan masuk tol di kawasan Kerawang Timur, lalu diminta berada di lajur kanan di jalur akses tol Cipali hingga 12 km ke depan, tapi kemudian informasi tiba-tiba berubah di persimpangan arah Bandung. Darth Vader dipandu masuk ke arah tol Purbaleunyi, meski sudah terbayang titik kemacetan yang senantiasa mencekam di kawasan Rancaekek dan Nagreg di momen mudik Lebaran seperti ini.

Benar saja, selepas kawasan perkotaan di Rancaekek, kemacetan panjang sudah menanti. Di segala sisi Darth Vader dipadati kendaraan lainnya yang juga menuju akses jalan yang sama. Sekali lagi Google Maps diaktifkan dan memandu melewati jalur Cijapati.

Pengalaman mudik dipandu Google Maps sepanjang jalan baru kali ini Derry Journey lalui. Meski beberapa titik kemacetan akut tetap ditemui, tapi banyak juga cerita-cerita menarik mudik seru dipandu Google Maps, seperti sempat melihat pemudik pasutri yang bininya memeluk termos air minum saat dibonceng. Ada pula ibu yang kelihatan cukup kewalahan membopong anaknya yang tertidur di belakang suaminya yang fokus mengendarai motor. Pasalnya postur sang anak sudah cukup besar, sehingga posisi kakinya nampak membentang lebih lebar dari posisi setang. Tentu hal ini sebenarnya cukup membahayakan.

Perjalanan mudik Lebaran via Cijapati Garut ini juga diwarnai dengan kisah unik lainnya saat sempat melihat ada serombongan keluarga yang sengaja menepikan mobil tumpangannya, hanya untuk berfoto bersama dengan latar gunung dan perkebunan kol. Padahal saat mereka foto waktu sudah semakin petang. Terbayang pencahayaan foto menggunakan smartphone itu pasti minim dan kurang bagus hasilnya.

Memasuki kawasan Rancasalak menuju Kadungora, Darth Vader nyaris tidak bergerak selama berjam-jam. Waktu terasa panjang dan lama di sini. “Mudik Lebaran itu seperti masakan penuh perjuangan, karena kemacetan panjang itu sudah seperti bumbu dan garam penyedapnya.”

Beberapa kali koneksi GPS di Google Maps pun terputus, sehingga keputusan untuk memilih lajur mengandalkan pada dua hal lain yaitu informasi jalan dan insting pengemudi.

Di satu waktu, Google Maps meminta Derry Journey mengambil rute jalan menuju Malangbong dan Limbangan, tapi pesan itu diabaikan. Setir kemudi Darth Vader diarahkan menuju kawasan Singaparna yang identik dengan tikungan, tanjakan dan turunan tajam, serta kawasan hutan yang menantang.

Perjalanan pun berjalan semakin menegangkan, karena memasuki kawasan Singaparna waktu sudah melewati pukul sembilan malam. Itu berarti Darth Vader yang membawa Derry Journey sudah sekitar 15 jam ada di jalan. Rekor terlama mudik ke Ciamis selama ini 16 jam di tahun 2017 nampaknya bakal pecah di saat itu.

Di tengah kondisi tubuh yang mulai lelah, plus beberapa kali terjadi titik kemacetan yang membuat Darth Vader harus berhenti selama beberapa menit yang panjang, adalah tantangan berikutnya yang harus dihadapi. Salah satu cara Derry Journey adalah memberikan sugesti pada diri sendiri untuk memperkuat keyakinan jika perjalanan mudik ini harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan tentu saja selamat sampai di tujuan.

Selepas kawasan Singaparna yang mencekam di tengah malam. Sekitar pukul 11 malam, Darth Vader pun mulai memasuki kawasan Tasikmalaya. Itu berarti Ciamis hanya sekitar satu jam ke depan. Uniknya, cukup lama Derry Journey dan bini serta anak-anaknya melintasi jalan yang sepi. Hanya mereka yang melintasi jalur jalan itu.

“Hmm, kemana yah mobil-mobil tadi yang macet bersama?!” gumam Derry Journey di benaknya. Google Maps pun nampak lelah memberikan panduan, buktinya koneksinya lebih sering putus. Alhasil model panduan berikutnya yang dipakai yaitu bertanya pada orang di pinggiran jalan dan berhasil.

Sejam kemudian, tepatnya pukul 12 malam lewat sembilan menit tanggal 7 Juni 2019, mereka berhasil sampai ke kampung halaman bunda Yonna (pemilik usaha kue kering premium Yonna Cookies – bisa dicari di marketplace jualannya) tiba di Ciamis.

Perjalanan di malam Jumat itu pun selesai. Wilujeng sumping alias selamat datang di Ciamis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s