LARI PAGI BERSAMA HUJAN KE JEMBATAN CIRAHONG CIAMIS

Ciamis – Sepekan berada di Ciamis rasa jenuh mulai menjangkiti Derry Journey. Meski berada pusat kota dari kabupaten yang berbatasan dengan Tasikmalaya ini ada perasaan hip yang beda.

Di Ciamis, putaran waktu terasa berjalan lebih pelan dan lamban, bawaannya pengen tidur mulu. Ibarat musik, Ciamis bukanlah nada-nada yang dimainkan oleh grup band Linkin Park ataupun kalau lokalan seperti Nidji atau /RIF.

Di sini tentu saja rezeki tetap bersemai dengan iramanya sendiri. Kalau ibarat musik, lagu-lagu mellow seperti dari mendiang Nike Ardilla atau mendiang Poppy Mercury, atau kalau yang kekininian seriang-riangnya yah lebih pas diiringi lagu-lagu dari Via Vallen.

Guna melawan rasa jenuh dan mager, salah satu cara paling jitu adalah berlari pagi, karena tubuh memang harus rajin dibiasakan bergerak agar tetap terbiasa dan terjaga untuk berproduksi.

Rute pun dipilih di Kamis pagi 13 Juni 2019 pukul 05:45 WIB ke arah Jembatan Cirahong yang jaraknya 3,8 km berdasarkan info Google Maps dari arah Sindangrasa.

Berbeda trek berlari ke kawasan alun-alun Ciamis yang melintasi Jalan Nasional 3 atau lebih dikenal sebagai Jalur Selatan Jawa yang treknya kebanyakan lurus dan datar, rute berlari ke Jembatan Cirahong yang legendaris itu relatif jauh lebih sepi dan segar udaranya.

Treknya sendiri bisa dikatakan lebih menantang, karena di beberapa titik ada jalur tanjakan dan turunan. Di beberapa titik pun, suasana hutannya masih terasa. Perjalanan berlari di pagi itu pun menggugah adrenalin, karena saat memasuki Jalan Raya Cirahong hujan mulai mengguyur.

Alhasil sempat mampir sejenak ke sebuah warung sayur mayur buat minta kantong plastik buat bungkus dompet, handphone dan power bank.

Meski treknya lebih menantang buat ditaklukkan ketimbang ke kawasan alun-alun karena tanjakan, turunan dan hutan, namun terbayarkan dengan pemandangannya yang sangat luar biasa.

Menuju ke Jembatan Cirahong, juga melihat kawasan persawahan yang hijau menyegarkan, melintasi Jembatan Cipalih, melewati jalan di bawah kolong rel kereta api,  serta berkesempatan melihat seorang ibu yang tengah mengembalakan beberapa ekor sapi.

Sungguh nikmat Tuhan yang tiada tara berkesempatan berlari pagi itu ke Jembatan Cirahong.

Setibanya di sana, di Jembatan Cirahong, ada beberapa warung kaki lima yang nampaknya ada karena ada potensi pasar buat para pelintas yang ingin menikmati momen satu-satunya Jembatan peninggalan Belanda di Kabupaten Ciamis yang berdasarkan informasi di Wikipedia mulai dibangun pada tahun 1893.

Wuih, artinya jembatan telah berusia 126 tahun di pagi itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s