KESAN AWAL BAWA HONDA CBR150R DAN KTM DUKE 250 DI CIAMIS

Ciamis – Meluangkan waktu ke Ciamis ke kampung ibu Yonna sejak hari kedua Lebaran Idul Fitri 1440 H, Derry Journey sempat menunggangi dua moge entry level, Honda CBR150R punya adik kandung ibu Yonna, serta KTM Duke 250 punya sodara ipar ibu Yonna.

Bukan motor baru keduanya, Derry Journey hanya ingin menceritakan pengalaman awal berkendara di atas Honda CBR150R dan KTM Duke 250. Semoga ada manfaatnya buat nambah-nambah referensi bagi pengunjung jbkderry.com yang berminat meminangnya.

Honda CBR150R: Motorsport Pemula untuk Anak Muda

Model setang jepit dan desain jok bertingkat membuat Honda CBR150R cocok untuk anak muda atau pemoge pemula, usia antara 18 tahun hingga 28 tahun (analisa secangkir kopi jbkderry.com).

Kenapa dari dua hal itu yang Derry Journey ingin ceritakan? Soal setang jepit, membuat posisi saat berkendara cukup menunduk. Rasanya buat biker di atas 30 tahun kurang cocok, lebih pas pilih naked bike dengan setang model fatbar.

Meski posisi mengemudi menduduk, tapi bobot setangnya tergolong ringan jadi terhitung mudah untuk beradaptasi, khususnya bagi pemoge pemula yang baru mau naik dari moped atau skutik.

Desain jon bertingkat a la Honda CBR150R memang lebih cocok untuk anak muda yang baru punya pacar, tapi kalau sudah nikah muda sesuai anjuran umum di usia 25 tahun masih pas yang penting belum punya anak. Kalau sudah punya anak, rasanya sudah gak cocok naik motorsport entrylevel 150cc dari Honda ini. Problema utama adalah posisi “biji” bisa kejepit di tangki dan jelas mengurangi kenikmatan berkendara.

Soal performa, yah so-solah, namanya juga motorsport entry level. Kalau mau lebih gahar yah paling ganti knalpot, cuma hati-hati jangan sampai ketilang polisi.

KTM Duke 250: Cocok buat yang ingin naik kelas

Berbeda dengan Honda CBR150R yang gerak setangnya lebih ringan dan enteng, bobot setang KTM Duke 250 terhitung berat.

Menurut hemat Derry Journey, KTM Duke 250 kurang cocok untuk pemoge pemula, tapi lebih pas buat yang ingin naik kelas dari motorsport 150 – 200 cc ke kapasitas mesin yang lebih tinggi 250cc.

Berbeda dengan desain Honda CBR150R yang model fairing, KTM Duke 250 bergaya naked bike dengan setang fatbar, sehingga rentang usia yang dibidik bisa lebih luas mulai dari 25 tahun – 48 tahun (analisa secangkir kopi jbkderry.com).

Kok bisa gitu? Meski bobot setangnya terhitung berat buat pemoge pemula, namun posisi duduk dan berkendaranya lebih nyaman alias gak nunduk. Jadi gak perlu khawatir pinggang bakalan bermasalah seperti ketika mengendarai moge fairing dengan setang model jepit atau under yoke.

Mengendarai KTM Duke 250 rasa gagah dan macho langsung terasa begitu handel gas mulai dibuka. Soal torsinya yang berlimpah untuk motor sekelasnya, itu pun sudah jadi rahasia di antara pemilik dan penggemar motor KTM.

Faktor balancing atau keseimbangan berkendara juga terasa pada performa KTM Duke 250. Kombinasi sasis teralis yang kokoh, kinerja suspensi dan aplikasi ban pada KTM Duke 250 terhitung apik dan bisa dikatakan untuk motorsport sekelasnya.

Rasanya jadi aman saat berkendara di atas, meski itu tadi belum cocok pemoge pemula, karena di awal bobot setangnya terasa berat. Ya, namanya juga moge buat pemula yang ingin naik kelas.

Ok, itu saja dulu, gaezzz, sharing pengalamannya. Semoga ada manfaatnya, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s