INI DIA MEREK MOBIL DENGAN TEMUAN MASALAH KEPEMILIKAN TERKECIL

Mancanegara – Artikel kali ini sebenarnya bukan informasi yang baru-baru amat. Pihak penyelenggara kegiatannya telah merilis informasinya di jagat maya pada 19 Juni 2019 lalu.

Tapi buat jbkderry.com, informasi ini cukup menarik, terlebih beberapa waktu terakhir cukup banyak berseliweran di beberapa media mainstream dan influencer kondang, tentang upaya sebuah brand asal Jepang yang mendekati level prestise brand asal Jerman (Mercedes, Audi dan BMW).

Pandangan soal prestise brand Jerman harus diakui masih ada eksistensinya, walaupun di sisi lain Derry Journey (founder jbkderry.com) ingat obrolan dengan seorang ekspatriat yang menduduki posisi cukup penting di Mercedes-Benz di Indonesia pada tahun 2016.

Dari penelusuran di mbah Google, sang narasumber tersebut kini ditempatkan di Malaysia sebagai GM untuk kendaraan penumpang Mercedes-Benz. Menurutnya kala itu, upaya pabrikan Asia khususnya Jepang dan Korea memang memiliki gap yang semakin kecil dengan tiga merek premium asal Jerman. Hanya saja yang masuk membedakan adalah pengalaman dan jam terbang pihaknya dan kedua merek otomotif asal Jerman lainnya yang lebih disebut lebih panjang.

Nah, dua hal itulah yang jadi titik berangkat dari artikel kelas obrolan warung kopi kali ini. Benarkah prestise premium menjadi hal terpenting bagi pelaku industri? Atau justru upaya kepuasan konsumen menjadi instrumen yang tidak kalah pentingnya, atau malah jadi lebih penting? Yuk, simak lebih lanjut…

Jadi pada tanggal 19 Juni 2019 lalu, J.D.Power merilis data Initial Quality Study (IQS) 2019. Apa itu? Intinya ini adalah data riset di Amerika Serikat yang melibatkan 32 brand dan 191 model kendaraan, serta 76.256 pembeli mobil baru model tahun 2019 (setelah lebih dari 90 hari kepemilikan) yang terlibat sebagai responden.

Proses riset dilaksanakan mulai bulan Februari hingga Mei 2019, dengan upaya menemukan mobil yang paling minim keluhan selama 90 hari pertama kepemilikan kendaraan.

Semakin rendah poin keluhan yang ditemukan berarti semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen sekaligus nilai yang diberikan, dan berikut hasil temuannya:

  • Dari 32 brand yang dinilai, hanya 13 brand yang berkembang, sementara ada 18 merek yang justru dinilai menurun.
  • Kualitas pabrikan mobil asal Korea dinilai semakin meninggalkan kualitas para kompetitornya. Ketiga merek Korea itu berasal dari grup yang sama yaitu Hyundai Motor Group (Genesis, Kia dan Hyundai). Terbukti 16 dari 18 model kendaraan dari Hyundai Motor Group berada di posisi tiga terbaik di segmennya masing-masing.
  • Pabrikan mobil asal Amerika yaitu Ford (83 PP100), Lincoln (84 PP100), Chevrolet (85 PP100), Dodge (90 PP100) dan Buick (92 PP100) setidaknya lebih baik dibanding nilai rata-rata industri otomotif terkini di angka 93 PP100.
  • Kontras dengan pencapaian pabrikan mobil asal Korea, bahkan dibanding pencapaian brand asal Jepang. 10 brand asal Korea ada di bawah rata-rata angka industri. Pabrikan asal Eropa dinilai semakin ketinggalan pada bagian infotainment dan perangkat elektronik lainnya.
  • Meski demikian, pencapaian tertinggi justru datang dari utusan Eropa, yaitu Porsche 911 yang membukukan angka 58 PP100. Hmm, pantesan Detektif Mike Lowrey suka banget pakai Porsche 911, dan ini adalah prestasi kedua sportscar ini di ajang yang sama selama dua tahun terakhir.
  • Masalah infotainment pada kendaraan menurun, khususnya pada fitur perintah suara dan Bluetooth.
  • Masalah pada sistem supporting pengemudi meningkat. Uniknya justru terjadi pada merek-merek kendaraan premium yaitu 6,1 PP100 atau naik dari penemuan masalah 5,0 PP100 di tahun 2018. Sementara pada merek umum, rata-ratanya masih sama yaitu 3,5 PP100.

Merek Dengan Ranking Keluhan Terendah

Di posisi pertama ada Genesis, dengan skor 63 PP100, diikuti Kia dengan skor 70 PP100 di tempat kedua dan Hyundai dengan skor 71 PP100 di tempat ketiga.

Ini adalah tahun kedua secara berturut, ketiga brand yang tergabung dalam Hyundai Motor Group itu berada di posisi tertinggi di Amerika Serikat.

Di posisi keempat ada Ford dengan skor 83 PP100 dan Lincoln di posisi kelima dengan skor 84 PP100.

Secara korporasi, Hyundai Motor Group berhasil mengumpulkan penghargaan terbanyak, dengan enam penghargaan. Diikuti General Motors Company dengan lima penghargaan; BMW AG dengan tiga penghargaan, serta Ford Motor Company dan Nissan Motor Co. Ltd yang masing-masing meraih dua penghargaan.

Keenam model dari Hyundai Motor Group yang meraih ranking tertinggi yaitu Genesis G70, Hyundai Santa Fe, Kia Forte, Kia Rio, Kia Sedona, dan Kia Sportage.

General Motors Company meraih lima penghargaan tertinggi melalui Cadillac Escalade, Chevrolet Equinox, Chevrolet Malibu, Chevrolet Silverado HD dan Chevrolet Tahoe.

BMW AG meraih tiga penghargaan terbaik melalui BMW 2 Series, BMW X4 dan Mini Cooper. Ford Motor Company meraih dua penghargaan terbaik melalui Ford Fusion dan Ford Ranger. Lalu Nissan Motor Co. Ltd meraih dua ranking terbaik di segmennya melalui Nissan Maxima dan Nissan Titan.

Model lainnya yang meraih rating terbaik di kelasnya masing-masing yaitu Dodge Challenger, Lexus RX dan Mercedes-Benz CLS.

Hmm, jika mengacu pada data-data dari J.D.Power melalui IQS 2019 ini menunjukkan perspektif posisi premium bukan menjadi skala prioritas tertinggi, tapi lebih jauh lagi bagaimana keberadaan model kendaraan dari masing-masing brand bisa memuaskan konsumennya, dengan tidak menimbulkan keluhan yang mengganggu sejak awal-awal pembelian.

Oh iya, satu merek yang lagi banyak dipuja-puja banyak media mainstream dan K.O.L kondang di tanah air kok gak ada yang masuk daftar terbaik yah, ada yang bisa bantu jawab?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s