PECAHKAN REKOR PERSONAL NAIK SEPEDA DI GIR TERBERAT DAN LARI TERJAUH DI TANJAKAN

Bogor – Artikel receh khas akhir pekan ini, Minggu 14 Juli 2019, adalah soal pengalaman pribadi Derry Journey (founder jbkderry.com) memecahkan rekor personal dua sekaligus di pekan ini, yaitu naik sepeda 10 putaran di lingkar dalam Stadion Pakansari dengan posisi gir terberat pada Kamis sore 11 Juli 2019 dan lari di tanjakan terjauh pada Minggu 14 Juli 2019 selama 52 menit.

Berikut sharing pengalamannya, khususnya bagi pesepeda dan pelari amatir seperti Derry Journey. Buat yang pro, sebaiknya lewatkan artikel receh kali ini…

Kamis sore, 11 Juli 2019

Waktu di jam dinding ruang tamu menunjukkan sekitar pukul empat sore lewat lima menit, saat perjalanan sepeda kali ini dimulai.

Targetnya 10 putaran lingkar dalam Stadion Pakansari dengan posisi gir terberat. Ternyata penetapan tujuan di awal seperti ini cukup penting peranannya saat proses realisasi target dilakukan.

Oh iya, berdasarkan data Google Maps, lingkar dalam Stadion Pakansari itu jaraknya 1,8 km. Itu berarti kalau 10 lap berarti total jarak tempuh 18 km.

Empat lap awal bisa dibilang masa penyesuaian awal untuk menciptakan ritme dan memanaskan otot-otot kaki. Setelah masuk lap kelima dan lap keenam, proses yang baru pertama kali dilakukan yaitu muterin Stadion Pakansari dengan posisi gi terberat mulai agak terbiasa, malah saat mengayuh pedal rasanya jadi terbiasa dan lebih enteng. Imbasnya laju sepeda bisa lebih kencang.

Masuk lap ketujuh, ada perasaan jenuh yang muncul di kepala, plus pertanyaan, “Ngapain sih ngelakuin hal ini?! Mending pulang.”

Saat perasaan seperti itu menghinggapi, Derry Journey punya tipsnya, yaitu tanyakan pada diri, “Apakah hal itu muncul karena rasa lelah, atau rasa jenuh dan malas?”

Kalau memang sudah lelah, memang sebaiknya berhenti. Tapi kalau lebih kayak rasa malas dan jenuh kayak pada diri Derry Journey sore itu berarti misi harus tetap dilanjutkan, sambil coba deh cari pemandangan hiburan yang kira-kira mengusir rasa jenuh dan jadi penyemangat menuntaskan misi.

Sore itu, beberapa hal yang menghibur adalah suasana langit sore dan matahari yang akan terbenam, plus beberapa pasangan bermotor yang berpacaran di trotoar atau di dekat pagar pembatas luar Stadion Pakansari. Di satu titik trotoar di pinggir jalan, nampak seorang perempuan yang usianya sudah cukup matang kisaran di atas 40 tahun nampak berpegangan tangan mesra dengan seorang pria yang nampak usianya lebih muda.

Memasuki lap ke-8, sempat sepersekian detik, Derry Journey tanpa sadar berupaya mengurangi beban gir dengan memindahkannya, tapi hanya sesaat sekali sebelum terjaga dan memindahkannya ke posisi semula di posisi gir terberat.

Lap ke-8 hingga lap ke-10 adalah momen-momen puncak menyelesaikan tahapan, meski dengan kecepatan yang nampaknya berkurang. Ya, intinya adalah jangan pernah memaksa ritme, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan.

Tepat pukul 17:38 WIB, misi terselesaikan dan saatnya pulang ke rumah. Sekitar 2 km menjelang rumah, azan Magrib mulai berkumandang, tapi senang bisa memecahkan rekor personal sepeda memutari Stadion Pakansari sore itu dengan posisi gir terberat.

Minggu pagi, 14 Juli 2019

Waktu menunjukkan pukul 05:57 WIB di jam dinding ruang tengah. Target Derry Journey pagi itu adalah dua putaran lari di tanjakan Bulak Jagal dan Lipi 2 yang selama ini paling dilalui satu putaran dalam waktu kisaran 35 menit.

Rute ini lumayan berat, karena ada beberapa titik elevasi, baik turunan maupun tanjakan panjang yang cukup menguras stamina dan menguji kekuatan lutut.

Tidak ada yang luar biasa pada putaran pertama, kecuali pada saat melalui tanjakan tiga stanza selepas perum Lipi 2, selebihnya biasa. Yang beda justru pemandangannya. 10 tahun silam di tahun 2009, kawasan ini acap kali disebut kawasan jin buang anak saking jauhnya.

Tanah per meter kala itu maksimal di angka Rp 500 ribu, kini kabarnya sudah tembus Rp 3 juta per meter. Kawasan tanah perkampungan penduduk saja kabarnya minimal di angka Rp 2 juta per meter.

Terlepas dari soal harga tanah, yang beda adalah kawasan bangunan yang kini semakin banyak. Kawasan pepohonan rimbun dan bambu yang lebat kini paling di dekat pintu perlintasan kereta Bulak Jagal. Itupun di dekatnya sudah dibangun lagi deretan bangunan perumahan.

Alhasil daerah resapan air mulai berkurang, dan baru di tahun 2019 ini waduk di dekat pertigaan Lipi 1 dan Taman Raya Citayam meluap cukup tinggi jika musim penghujan tiba.

Kembali ke soal rute berlari dalam upaya pemecahan rekor personal Derry Journey di pagi itu. Saat mulai masuk putaran kedua dengan mengambil rute yang sama namun dengan arah yang berlawanan, tantangannya adalah turunan dan tanjakan yang lebih panjang.

Saat melintasi turunan, ayunan kaki Derry Journey mirip orang jalan kaki. Bedanya supaya tetap masuk kategori berlari adalah bagian lutut masih menciptakan lutut. Mengapa demikian? Tanpa perlu analisa ilmiah, saat turunan akan terasa beban di kaki itu lebih berat. kalau dipaksa lebih cepat, selain berbahaya bisa tergelincir ke bawah, juga bahaya lainnya adalah khawatir beban tubuh ke lutut akan semakin berat jika semakin cepat larinya.

Jadi pelan-pelan saja, yang penting tetap terlihat berlari kecil.

Memasuki tanjakan sepanjang kira-kira 500 meter dengan level kemiringan sekitar 20 derajat adalah tantangan baru di pagi itu, tapi syukurnya bisa terlalui dengan baik. Lalu tanjakan terakhir ada sekitar 300 meter dari arah perum Lipi 1 jadi ujian terakhir di pagi itu.

Akhirnya tiba di rumah pukul 06:49 WIB atau artinya sudah berlari 52 menit, dan misi pun selesai. Sempat ketemu pula dengan dua dedengkot gowes kopi ireng yang siap-siap jalan, tapi Derry Journey absen dulu, karena bu Yonna pergi reunian teman-teman sekolah di Gunung Putri, dan tiga bocah di rumah gak ada yang jaga.

Awrait, itu saja dulu sharing artikel receh khas akhir pekan, semoga ada manfaatnya.

Sebagai penutup, lari dan sepeda santai kelas amatir seperti yang Derry Journey lakukan sebagai upaya melawan rasa malas dan badan tetap sehat, manfaat lainnya adalah kaki jadi lebih enteng saat melangkah.

Sama satu lagi, bisa memecahkan rekor personal diri sendiri itu mestinya sangat menyenangkan, karena ternyata masih banyak sisi-sisi kemampuan diri kita masing-masing yang selama ini ternyata masih terpendam, dan menunggu untuk ditemukan.

Tidak mesti rekor yang berat-berat, cukup dengan hal-hal sederhana seperti berlari dan bersepeda misalnya…

Sampai ketemu di artikel receh khas akhir pekan Derry Journey berikutnya. Jangan lupa bahagia dan berolahraga selalu, karena sehat itu mahal, gan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s