MENGENAL LEBIH DEKAT TEKNOLOGI PLUG-IN HYBRID ELECTRIC VEHICLE

OUTLANDER PHEV

Jakarta – Di tahun 2025 mendatang, pemerintah Indonesia menargetkan produksi mobil listrik bisa menembus angka 20 persen dari total produksi mobil di tanah air.

Soal ini bisa didapatkan infonya dengan mudah di mbah Google, di antaranya dengan memasukkan kata kunci “tahun 2025 produksi mobil listrik 20 persen”.

Nah, mengingat kampanye pemasaran mobil berteknologi listrik semakin gencar di Indonesia, kali ini media kelas secangkir kopi jbkderry.com tertarik mengulas salah satu update terkininya, yaitu PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle).

Pasalnya di ajang GIIAS 2019 yang berlangsung dari tanggal 18 Juli – 28 Juli di ICE – BSD City Tangerang, publik atau lebih tepatnya pengunjung setidaknya akan melihat dua model kendaraan PHEV, yaitu Toyota Prius PHEV dan Mitsubishi Outlander PHEV.

Bahkan nama terakhir yang disebut (Outlander Outlander PHEV) sedianya mulai dipasarkan dengan asumsi harga sementara ini Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar.

Yuk, disimak lebih lanjut ulasannya…

PHEV sendiri dapat disebut pengembangan lanjutan dari kendaraan hybrid teknologi konvensional, yaitu menggunakan teknologi motor listrik dan baterei.

Bedanya jika pada mobil teknologi hybrid konvensional, daya batereinya tidak bisa diisi secara tersendiri. Pada mobil hybrid konvensional, pengisian daya pada baterei yang mentenagai motor listrik menggunakan sistem yang menangkap energi kinetik dari kendaraan saat pengereman atau deselerasi terjadi.

Energi kinetik yang dihasilkan pada saat pengereman atau deselerasi kendaraan itu yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik. Umumnya energi semacam ini pada mobil konvensional (non-hybrid) terbuang percuma.

Sementara pada PHEV, secara komponen sama dengan yang digunakan pada kendaraan hybrid, dimana keduanya juga dilengkapi dengan motor listrik dan mesin konvensional yang selama ini kita kenal.

Bedanya pada PHEV, daya pada baterei bisa diisi secara individual di sebuah outlet.

1 dari 4 quick charger di GES SPBU Kuningan Pertamina – Jakarta merupakan hasil donasi dari Mitsubishi Motors Corporation.

Media kelas secangkir kopi jbkderry.com sendiri sudah beberapa kali mengulas PHEV. Anda tinggal memasukkan kata kunci “PHEV” di menu pencarian di media ini dan bisa menemukan beberapa artikel terkait, mulai dari Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius PHEV dan Honda Clarity PHEV.

Di antara ketiga nama tersebut di atas, PHEV dari Mitsubishi alias Outlander PHEV memang yang terlihat paling siap masuk di tanah air. Pihak Toyota sendiri walaupun sedianya akan kembali memajang Prius PHEV, namun hingga artikel kelas secangkir kopi ini diturunkan belum menegaskan kapan mulai akan memasarkannya di Indonesia.

jbkderry.com pun sempat berbincang cukup intens dengan dua petinggi Toyota Indonesia mengenai perkembangan mobil listrik di tanah air. Silakan simak SECANGKIR KOPI DENGAN DEPUTY DIRECTOR TOYOTA INDONESIA SOAL MOBIL LISTRIK dan ORANG INDONESIA PUNYA TREND BARU SOAL MASA KREDIT MOBIL.

Kelebihan lain dari perkembangan PHEV saat ini adalah kemampuannya untuk menggerakkan kendaraan tanpa bantuan mesin konvensional, meski jaraknya masih terhitung dekat yaitu di kisaran 40 – 60 km.

Perkembangan PHEV di tanah air saat ini sendiri masih menunggu bentuk kepastian realisasi kebijakan LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) dari pemerintah Indonesia.

Pihak Toyota Indonesia melalui informasi Anton Jimmy Suwandi selaku Direktur Marketing PT TAM menyebutkan, salah satu hal yang cukup krusial dalam realisasi kebijakan LCEV nantinya adalah mengenai produksi baterei kendaraan listrik di Indonesia.

“Hal ini dikarenakan pada kendaraan mobil listrik, sekitar 20 persen dari biaya produksi mobil adalah untuk biaya pengembangan baterei. Jadi bisa dibayangkan, jika baterei mobil listrik bisa diproduksi di dalam negeri, hal ini tentu bisa menekan harga jual ke konsumen. Dan jika kemudian desain kendaraan dan yang terutama posisi harganya lebih terjangkau bagi masyarakat pada umumnya, kami optimis pasar mobil listrik di Indonesia ke depannya bisa berkembang sesuai yang diharapkan oleh banyak pihak, baik itu dari pihak pemerintah, pelaku industri dan konsumen itu sendiri,” kata Anton Jimmy Suwandi, di sela-sela acara Pra-GIIAS pada tanggal 9 Juli 2019 di Jakarta.

Demikian informasi sederhana kali ini, gan. Semoga ada manfaatnya buat menambah-nambah wawasan tentang perkembangan mobil listrik terkini, khususnya lagi PHEV.

Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

One Reply to “MENGENAL LEBIH DEKAT TEKNOLOGI PLUG-IN HYBRID ELECTRIC VEHICLE”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s