BOS TATA MOTORS INDONESIA BICARA TENTANG GIIAS 2019 DAN HARAPAN PADA PEMERINTAH INDONESIA

Jakarta – Pada saat artikel ini dibuat dan diunggah di media kelas secangkir kopi jbkderry.com, pelaksanaan pameran otomotif tahunan GIIAS 2019 telah usai digelar, tapi cerita-cerita menarik tentangnya tentu masih menarik untuk dibahas.

Berikut satu di antaranya…

Pada Selasa 23 Juli 2019, media kelas secangkir kopi dapat kesempatan ngobrol cukup panjang dengan Mr. Biswadev Sengupta, Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI).

Dalam kesempatan itu, media kelas secangkir kopi jbkderry.com tidak sendiri, ada 11 rekan jurnalis dari 11 media ternama yang juga ikutan ngobrol khusus, cuma yang kelas secangkir kopi yah cuma jbkderry.com.

Awrait, daripada berpanjang lebar berikut hasil obrolan rame-rame yang kemudian dijawab oleh Mr. Biswadev. Kita buat dalam format tanya jawab yah alur artikelnya biar lebih mudah diikutin…

Tanya: Apakah Tata Motors Indonesia masih optimis dengan pasar kendaraan komersial di tengah kabar industri pertambangan yang menurun, khususnya di sektor baru bara, pada semester pertama 2019?

Mr. Biswadev menjawab: Industri pertambangan di Indonesia sendiri dapat dikatakan multi sektor, tidak hanya terpaku pada sektor batu bara, dan kami percaya masih banyak sektor pertambangan lain di Indonesia yang tetap tumbuh.

Adapun penurunan permintaan kendaraan komersial pada semester 1 2019 harus diakui juga turut dipengaruhi pada situasi politik di Indonesia, dan kami berharap dengan selesainya kondisi Pilpres pada semester kedua 2019 pasar kendaraan komersial dapat kembali tumbuh.

Tanya: Menyinggung soal politik terkini, apa harapan Anda selalu orang nomor satu di Tata Motors Indonesia kepada pemerintah terpilih sepanjang lima tahun ke depan?

Jawab: Kami tetap memberikan apresiasi pemerintah untuk terus melanjutkan komitmen pembangunan di bidang infrastruktur dan konstruksi, karena hal ini membuat kebutuhan pada kendaraan komersial seperti traktor head akan terus tinggi ke depannya.

Di samping itu, nilai pertumbuhan ekonomi di atas 5% juga menandai situasi yang bagus untuk mendorong pertumbuhan pasar kendaraan komersial di Indonesia yang dipredikasi bisa naik 10% pada tahun 2019 ini. Di sisi lain, GDP di Indonesia juga bagus pertumbuhannya.

Kami juga menghargai upaya pemerintah dalam mendukung perkembangan dunia ecommerce di Indonesia yang telah turut mempengaruhi naiknya permintaan pada kebutuhan kendaraan pickup dan truk 4 ban.  Kedua model kendaraan komersial ini tumbuh karena proses mobilisasi dari produksi kecil ke gudang, lalu dari gudang ke pembeli.

Apakah rasa optimisme itu juga menandai keikutsertaan Tata Motors di GIIAS 2019 ini?

Jawab: Ya, tentu saja. Itulah mengapa kami berani membawa empat dari tujuh model kendaraan terbaru kami di GIIAS 2019, termasuk salah satunya truk rigid medium duty 8×2 Tata Prima 3123.T yang membidik market 6×2 adalah strategi utama kami.

Dengan Tata Prima 3123.T 8×2 yang harganya bermain di angka harga truk 6×2 , kami ingin menghadirkan kenyamanan dan kemudahan. Baik dari sisi nilai bisnis maupun dari sisi nilai kepatuhan terhadap regulasi

Tiga produk terbaru yakni Super Ace, LPT 407 truk 4 ban, dan LPT 813 light truk 6 ban tidak dibawa di GIIAS, karena pertimbangan areal pameran saja yang terbatas. Namun di luar GIIAS 2019, proses perkenalannya tetap kami lakukan secara optimal, termasuk kepada konsumen-konsumen baru, dan sejauh ini responnya dapat kami katakan berjalan baik.

Di GIIAS 2019, berdasarkan pantauan kami khususnya di saat akhir pekan, antusiasme pengunjung di booth Tata Motors dan interaksi dengan kami dapat dikatakan naik dan meningkat dibanding GIIAS 2018.

Bagaimana sikap Tata Motors menyikapi sikap pemerintah yang kabarnya segera mensahkan regulasi soal kendaraan listrik dalam paket kebijakan yang santer diberi nama LCEV?

Jawab: Tidak ada masalah. Di India, Tata Motors sudah memperkenalkan kendaraan listriknya. Tinggal menunggu realisasi kebijakan pemerintah dan dukungan infrastruktur pendukung, produksinya mulai bisa akan kami bawa ke Indonesia.

Tentu saja, upaya kami sementara ini ke depan pada dukungan kepada pembangunan di Indonesia melalui sektor kendaraan komersial, belum pada sektor kendaraan penumpang.

Sebagai informasi tambahan, kami juga tetap memprioritaskan perhatian kepada setiap konsumen. Salah satunya melalui adanya program training aman untuk seluruh konsumen.

Kami juga siap mendukung paket kebijakan Euro 4 yang sedianya diterapkan pemerintah untuk kendaraan bermesin diesel pada tahun 2021, termasuk kemungkinan diberlakukannya kebijakan bahan bakar biodiesel B30 nantinya. Tidak ada masalah untuk itu, hanya cukup sedikit perubahan pada sistem suplai bahan bakar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s