10 MEREK MOBIL DENGAN PREDIKSI PENJUALAN KENDARAAN LISTRIK TERBANYAK 2019

Mancanegara – Di pekan ini tepatnya setelah Senin 5 Agustus 2019, berbagai media nasional langsung ramai-ramai memberitakan hasil penandatangan Peraturan Presiden (Perpres) soal pengembangan kendaraan bermotor listrik.

Ini tentu menjadi angin segar bagi perkembangan industri otomotif nasional, sekaligus menjadi upaya menciptakan udara bersih dan lebih ramah lingkungan di Indonesia.

Sebagai media kelas secangkir kopi jbkderry.com tidak akan masuk ke dalam detail pembahasan hal tersebut, karena ini sudah jadi ranah media-media mainstream alias mainan media gede di tanah air. Di media alternatif  kelas secangkir kopi ini, pembahasannya yang lebih santai saja.

Dan karena itu pula sesuai judul, jbkderry.com memasukkan kata kunci “most sold electric cars 2019” di Google, dan ketemulah artikel yang disadur dari CleanTechnica (cleantechnica.com).

Tanpa berpanjang lebar berikut 10 merek mobil yang diprediksi akan meraih  penjualan kendaraan fully electric (baca: mobil listrik sepenuhnya) terbanyak versi CleanTechnica di tahun 2019:

1. Tesla

Perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini diprediksi akan mampu menjual antara 450 ribu hingga 500 ribu unit mobil listrik di seluruh dunia. Meski demikian beberapa faktor bisa saja mempengaruhi target tersebut, khususnya di pasar otomotif China.

Meski demikian, Tesla dipercaya mampu setidaknya menjual 350 ribu unit mobil fully electric di tahun 2019 ini, dimana sumbangsih terbesar datang dari Model S dan X yang dipercaya masing-masing mampu terjual lebih dari 100 ribu unit.

2. BAIC

Yup, gak salah baca, gaezzz. Ini adalah merek mobil asal China. Makanya jangan keburu anggap enteng segala hal yang terkait image China, buktinya di tanah air Wuling tengah laris manis dengan sekian strategi jitunya memikat konsumen.

Di tahun 2019 ini, BAIC yang mulai meninggalkan teknologi PHEV (plug-in hybrid) dan beralih ke 100% mobil listrik (BEV – Battery Electric Vehicle) bakal mampu mendulang penjualan sekitar 220 ribu unit dan melewati angka pencapaian merek asal China lainnya, BYD.

Sebuah target yang kabarnya gak sulit dicapai, mengingat di tahun 2018 lalu BAIC berhasil melewati target penjualan di atas 150 ribu unit. Di tahun 2019 ini, BAIC menargetkan angka penjualan mobil listriknya mampu menembus angka 220 ribu – 250 ribu unit.

BAIC sendiri kabarnya akan mengandalkan penjualan di segmen kendaraan listrik berdimensi kecil dalam desain sedan melalui model EU-Series dan crossover melalui EX-Series.

3. BYD

Merek mobil asal China ini menargetkan angka penjualan mobil listrik sebesar 200 ribu hingga 230 ribu unit pada tahun 2019.

Sebuah target yang diprediksi bisa dicapai sepanjang pihak BYD mampu mengatasi tantangan dalam mencapai volume produksi baterei kendaraan, mengingat hingga saat ini lebih dari 60 ribu konsumen masih menanti kehadiran kendaraan listrik produksi mereka.

Model kendaraan mereka yakni Crossover Yuan EV dan sedan e5 diprediksi akan banyak menuai pesanan pada tahun 2019 ini. Khusus pada Yuan EV, batereinya akan mengalami penyempurnaan hingga nyaris mencapai 60 kWh, sehingga diyakini mampu terjual lebih dari 100 ribu unit.

4. Nissan

Pabrikan mobil asal Jepang yang tengah mengalami angka penurunan tajam penjualan di Indonesia ini, ternyata diprediksi mampu menjadi pabrikan mobil dengan penjualan kendaraan listrik terbanyak pada tahun 2019 ini.

Nissan diprediksi mampu menjual lebih dari 150 ribu unit mobil listrik, meski secara model masih sangat mengandalkan penjualan dari Nissan Leaf. Pasar Eropa yang diandalkan menjadi penyumbang penjualan terbesar, dan karena itu pula areal Benua Biru menjadi yang pertama menerima kehadiran Leaf dengan versi 62 kWh.

Di sisi lain, kehadiran Leaf 62 kWh disebut-sebut akan membuat pihak Nissan melakukan diskon gede untuk Leaf versi 40 kWh. Pasar China juga diharapkan dapat memberikan kontribusi kuat untuk mengejar target penjualan sekitar 15 ribu unit per bulan.

5. Renault

Perusahaan afiliasi Nissan ini juga sangat tergantung pada penjualan satu model kendaraan listriknya yakni, Renault Zoe yang berdesain hatchback.

Melalui Zoe, Renault diprediksi mampu mendulang penjualan sekitar 120 ribu unit atau dengan rata-rata penjualan bulanan 10 ribu unit.

Renault sebenarnya masih punya dua model kendaraan listrik lainnya yakni Kangoo EV dan Kwid EV. Meski demikian, keduanya diyakini baru mampu memberikan kontribusi kecil dalam penjualan.

6. Hyundai

Pabrikan asal Korea Selatan yang kabarnya sesaat lagi akan melakukan pengumuman resmi masuk ke Indonesia ini, kabarnya menargetkan angka penjualan mobil listrik sebesar 100 ribu unit pada tahun 2019.

Target ini rasanya mudah tercapai melalui Hyundai Kona EV yang masih menyimpang kuota permintaan lebih dari 30 ribu unit.

Hyundai sendiri belum sepenuhnya fokus di pengembangan kendaraan fully EV, mengingat kendaraan plug-in hybrid-nya seperti Ioniq masih dalam volume permintaan yang tinggi.

Tantangan terbesar Hyundai saat ini adalah ketersediaan produksi baterei seiring naiknya volume permintaan. Jika Hyundai mampu menyediakan volume baterei yang cukup, target penjualan di tahun 2019 tersebut akan mudah dicapai. 

7. Chery

Wuih, lagi-lagi merek mobil China yang ada di 10 besar, gaezzz. Kali ini melalui Chery.

Pabrikan yang mereknya sudah angka kaki dari Indonesia ini diprediksi mampu mendulang angka penjualan mobil fully EV sebanyak 95 ribu unit pada tahun 2019.

Meski di sisi lain, Chery seperti halnya Hyundai belum sepenuhnya fokus pada pengembangan kendaraan fully EV, mengingat permintaan kendaraan PHEV produksi mereka juga tengah tinggi-tingginya dan bahkan di tahun 2020 kendaraan di segmen tersebut (baca: PHEV) bisa menembus angka 200 ribu unit.

Model kendaraan listrik Chery terlaris sejauh ini masih datang dari city car mereka, eQ.

8. JMC

Jiangling Motors menargetkan angka penjualan 90 ribu unit EV pada tahun 2019, khususnya pada segmen small EV seperti melalui E500 yang berdesain compact crossover.

Pabrikan satu ini juga menyimpan potensial market di segmen pickup melalui T500 EV yang disebut-sebut meniru gaya desain Ford Ranger. Urusan duplikasi desain dengan harga jual yang lebih murah, China memang harus diakui sebagai jagonya.

Dengan bekal baterei 58 kWH, perusahaan otomotif satu ini dipercaya juga mampu mendulang volume penjualan di luar China, kecuali di pasar Amerika Utara (Amerika dan Kanada).

9. JAC

Perusahaan otomotif asal China ini dipercaya mampu mendulang penjualan EV sebesar 85 ribu unit pada tahun 2019. Model EV mereka yakni compact crossover iEVS4 dan midsize-ish sedan iEV A60 menjadi andalan untuk meraih hati potensial konsumen.

Namun model kendaraan terlaris diprediksi datang dari Sol E20X yang dikembangkan bersama Volkswagen.

10. Hawtai

Perusahaan otomotif ini dikabarkan akan memperkenalkan beberapa model EV baru di tahun 2019, agar dapat mencapai target penjualan 80 ribu unit. Di tahun 2018 lalu, Hawtai mampu melewati angka penjualan EV lebih dari 50 ribu unit, sehingga dipercaya akan tetap kompetitif dan berkembang, meski secara level perkembangan belum bisa menyetarai para kompetitor kuat di atas.

Awrait, gaezz. Itu saja dulu artikel kelas secangkir kopi di Jumat pagi 9 Agustus 2019 ini. Semoga ada manfaatnya, dan terima kasih telah menyempatkan waktu mampir.

One Reply to “10 MEREK MOBIL DENGAN PREDIKSI PENJUALAN KENDARAAN LISTRIK TERBANYAK 2019”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s