NGOMONGIN RENAULT CAPTUR PERTANDA PASAR SUB-COMPACT SUV MEMANG TUMBUH

Sumber image: https://www.zigwheels.com

Mancanegara – Membahas sub-compact SUV yang satu ini mungkin bukan sesuatu yang populer di Indonesia. Ya, Renault Captur yang diperkenalkan di Frankfurt Motor Show pada 10 September 2019.

Nusantara Maxindo Group yang kini memegang jalur distribusi resmi Renault di Indonesia di bulan Februari 2019, setelah dilepas oleh Indomobil, kini lebih sibuk untuk memperkenalkan Triber di segmen low MPV.

Lantas mengapa Renault Captur naik jadi artikel tersendiri di media kelas secangkir kopi jbkderry.com pada Rabu 18 September 2019 ini?

Pertama, desainnya yang sulit untuk gak buat jatuh cinta dari pandangan pertama.

Dari semua sisi yang nampak di Instagram Motor Beam – India, Minggu (15/9), Renault nampak menawan untuk dilihat. Tapi jbkderry.com paling suka bagian belakangnya, sekilas mengingatkan pada keseksian pesona “abangnya” Renault Koleos yang beberapa kali kesempatan jbkderry.com temui di sekitaran jalanan Jakarta dan sekitarnya.

Hal kedua, generasi kedua Renault Captur ini juga jadi semacam penegasan tingkat keseriusan dari aliansi Renault-Nissan yang tinggi dalam mengembangkan pasar SUV dan menjawab tantangan teknologi mobilitas di masa depan. Soal menjawab tantangan teknologi ini di antaranya dibuktikan di antaranya melalui aplikasi Easy Connect, sistem pendukung pembantu kinerja pengemudi SAE level 2, dan powertrain plug-in hybrid E-Tech.

Easy Connect berdasarkan informasi di Twitter Renault, merupakan sebuah sistem telematika atau jaringan komunikasi yang memudahkan pengguna.

Meski Renault tidak begitu populer di Indonesia, namun pabrikan mobil asal Perancis itu mengatakan pada kesempatan di Frankfurt Motor Show 2019, jika keberadaan produksi mobil berdesain SUV dari pihaknya telah menorehkan hasil yang cukup manis, yakni telah terjual lebih dari 1,5 juta unit di lebih dari 90 negara di dunia. Di antara catatan itu, sosok Renault Captur generasi pertama diklaim laris manis selama tujuh tahun terakhir.

Hmm,  pantesan mereka pede ngeluarin generasi keduanya, dengan penyegaran signifikan pada bagian eksterior dan interiornya, serta untuk pertama kalinya pula tersedia dalam pilihan berteknologi plug-in hybrid.

Hal yang tidak kalah mencengangkannya adalah sistem plug-in hybridnya ini akan disandingkan dengan sistem transmisi unik, serta melibatkan pula aplikasi manajemen energi dari Formula 1. Keren gak tuh, brosis?

Platform yang dipakai dalam pengembangan generasi terbaru Renault Captur ini berkode CMF-B yang juga dipakai pada generasi terbaru Nissan Juke. Oalah, pantas sama-sama keren, gan…

Pasar sub-compact SUV memang tengah menggeliat di berbagai pasar otomotif terkemuka di dunia, termasuk halnya di Indonesia. Simak juga artikel MELIHAT PERTUMBUHAN PASAR SUBCOMPACT SUV SEMESTER 1 2019 DI AMERIKA SERIKAT.

Kembali soal Renault Captur. Penggunaan platform baru CMF-B ini disebut sebagai upaya agar selaras dengan aplikasi powertrain hybrid. Sederhananya, struktur bodi dan motor penggeraknya dibuat bener-bener cocok dan pas mendukung satu sama lain.

Nah, dengan menggunakan platform baru ini pula, panjangnya jadi lebih melar 110 mm dibanding generasi pertama. Demikian pula dengan jarak antar sumbu rodanya yang lebih panjang 20mm.

Bagian bumper dan grille pun diredesain ulang, dengan sentuhan chrome yang tidak berlebihan. Demikian pula dengan lampu LED di bagian belakang mengalami penyegaran desain yang lebih sedap dipandang mata. Hasilnya seperti brosis lihat sendiri, penampilannya sangat seksi, berkelas dan atletis dari semua sisi pandang.

Penampilannya yang keren, modern, dan atletis juga terlihat pada skema pengecatan dual-tone, sehingga menghasilkan kesan “atap mengapung” (floating roof design), dan velg berukuran 18-inci pada pilihan tipe tertinggi.

Di bagian interior, penampilan barunya yang keren terlihat di antaranya pada setir palang tiga, nuansa interior yang lebih berani dan berwarna, head unit model vertikal, serta panel instrumen yang sudah sepenuhnya digital. Cukup? Belum, masih ada lagi sistem audio dari Bose.

Mengingat segmennya yang berada di segmen sub-compact SUV, pilihan mesin yang membekali memang tidak berkapasitas besar, baik pada pilihan mesin bensin maupun diesel.

Jangan keburu kecewa dulu. Pasalnya mesin 1.0L dan 1.3L dilengkapi dengan teknologi turbo, sehingga masing-masing mampu menghasilkan tenaga puncak 100 bhp dan 155 bhp. Mesin ini disandingkan dengan pilihan transmisi manual 6-percepatan atau DCT (dual-clutch transmission) 7-percepatan.

Sementara pilihan mesin diesel mampu menghasilkan tenaga 95 bhp hingga 115 bhp. Pilihan berteknologi plug-in hybrid E-Tech sendiri tersedia pada pilihan mesin bensin.

Pihak Renault sendiri di Frankfurt Motor Show 2019 mengatakan, generasi kedua Captur ini sedianya mulai masuk pasar otomotif pada tahun 2020. Bagaimana, tertarik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s