NGOBROLIN PASAR OTOMOTIF INDIA DAN DI INDONESIA DI TAHUN 2019

jbkderry.com – Senin 30 September 2019, redaksi media kelas secangkir kopi memasukkan kata kunci “India Automotive Market 2019” di Google dan ketemu sebuah artikel yang kira-kira cukup baru diunggah oleh BBC pada tanggal 11 September 2019.

Kenapa jbkderry.com tertarik mengetahui hal itu, dan kenapa India? Coba deh masukkan kata kunci “5 fragile countries” di Google, ketemu nama India, Indonesia, Brazil, Afrika Selatan, dan Turki. Data yang dilansir oleh Morgan Stanley itu memang sudah cukup lama, di tahun 2013 alias enam tahun lalu.

Meski demikian, korelasinya bisa dilihat pada tahun 2019 sebagaimana yang diulas oleh artikel BBC tersebut, dimana pada tahun ini pasar otomotif di India diproyeksi akan turun akibat gejala resesi.

Perusahaan kendaraan komersial terbesar kedua di India misalnya, Ashok Leyland, dikabarkan telah menurunkan angka produksi kendaraan secara signifikan pada September 2019.

Hal ini tentu menimbulkan rasa kekhawatiran di kalangan karyawan yang terancam kehilangan pekerjaan, terutama dari perusahaan suplayer suku cadang yang kabarnya sudah ada yang mengurangi jumlah hari kerja karyawan sejak Agustus 2019.

Perusahaan-perusahaan terkemuka seperti Maruti, Tata Motors, dan Mahindra & Mahindra pun sudah mengurangi jumlah produksi kendaraan sejak beberapa bulan lalu menyusul menurunnya permintaan konsumen.

India sendiri memang baru dalam tahap perlambatan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi saat ini merupakan yang terendah selama lima tahun terakhir. Kondisi semakin kurang baik menyusul turunnya investasi swasta dan krisis perbankan yang membuat proses kredit jadi lebih sulit.

Di sisi lain, usaha pemerintah untuk terus mendorong transisi konsumen pada kendaraan listrik juga disebut-sebut turut memberikan imbas pada penurunan angka penjualan kendaraan di India.

Sebagai gambaran industri otomotif sendiri merupakan salah satu sektor industri terbesar di India yang menyerap lebih dari 35 juta tenaga kerja, dan memberikan sumbangsih lebih dari 7% dari PDB negara.

Sinyal peringatan pertama sendiri sudah terjadi pada lebih dari 100 ribu tenaga kerja kontrak, dan dikhawatirkan jika permintaan konsumen dan angka produksi terus menurun, jumlah manusia yang kehilangan pekerjaan akan lebih besar, khususnya dari para perusahaan suplayer komponen skala kecil dan menengah.

Apakah kondisi di India ini bisa terjadi di Indonesia dalam waktu dekat? jbkderry.com memasukkan kata kunci “resesi ekonomi 2020” di Google dan ternyata sejumlah media-media massa mainstream telah mengulasnya.

Dari beberapa narasi informasi yang ada, kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi tetap tumbul stabil di atas 5% pada tahun 2019 ini. Meski tekanan global dan juga domestik bisa turut memberikan tekanan yang tidak mudah.

Dari pentas global, awan resesi pada tahun 2020 mendatang sudah menghantui Jerman, Inggris, Singapura, dan Hong Kong. Kondisi yang disebut dapat mempengaruhi potensi resesi di Indonesia di antaranya perang dagang Amerika Serikat dan China, krisis di Argentina, ketegangan Jepang dengan Korea Selatan, serta permasalahan demonstrasi di Hong Kong yang tidak kunjung selesai.

Selanjutnya jbkderry.com memasukkan kata kunci “Solusi Resisi Ekonomi Jokowi” di Google, dan ketemu sejumlah pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu di berbagai media massa sepanjang bulan September 2019 ini, dimana salah satu solusi yang acap kali disampaikan adalah meningkatkan investasi modal asing ke dalam negeri.

Salah satu kiat yang coba dibangun pada periode kepemimpinannya, yakni dengan mempermudah akses investasi ke Indonesia ke depan.

Jika dihubungkan dengan sektor industri otomotif tanah air, khususnya dari data Gaikindo, angka penjualan kendaraan di Indonesia selama Januari – Agustus 2019 disebutkan turun 13,5% dibanding periode yang sama pada tahun 2018.

Dari pengaruh domestik ada beberapa penyebab yang jbkderry.com dari hasil penelusuran di Google, di antaranya anjloknya harga komoditas, tingginya bunga kredit, serta sikap konsumen yang masih menahan diri melakukan transaksi salah satu sebabnya karena iklim politik di tanah air yang masih belum kondusif.

Sebagai media kelas secangkir kopi, jbkderry.com berharap Indonesia akan baik-baik saja sekarang dan ke depannya.

One Reply to “NGOBROLIN PASAR OTOMOTIF INDIA DAN DI INDONESIA DI TAHUN 2019”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s