SHORT GETAWAY MURAH MERIAH KE PUNCAK BOGOR BERSAMA PASANGAN TERCINTA

jbkderry.com – Menjadi manusia kelas rata-rata seyogyanya lebih bebas nilai dalam bergerak dan beraktivitas. Mengapa demikian? Karena kalau mau gengsi atau jaim (jaga image) juga pada siapa, masak gengsi atau jaim pada diri sendiri?!

Nah, itulah yang juga Derry Journey (sebagai bagian dari manusia kelas rata-rata) lakukan pada Senin pagi 18 November 2019. Selepas mengantar anak-anak sekolah, Derry Journey bersama bini meluncur ke arah Puncak Bogor menunggangi Bumblebee 155 VVA.

Rute yang dilalui melewati kawasan pertigaan Sirkuit Sentul lalu bergerak ke arah kanan menuju arah kawasan perumahan mewah Sentul City. Di sana ternyata bekas bangunan Giant Supermarket tengah direnovasi menjadi IKEA, tepat di samping bangunan super gede bakal AEON Mall.

“Hmm, bu Yonna pasti senang banget neeh, IKEA jatuhnya dekat rumah.”

Dari situ bakal ketemu pertigaan, kalau kanan ke arah kompleks perumahan Sentul City, kalau kiri ke arah Bukit Pelangi atau Rainbow Hills. Dan Derry Journey ambil ke arah Bukit Pelangi.

Di sepanjang jalan menuju kawasan Puncak lewat jalan akses itu, rutenya selalu indah karena panorama alamnya masih dapat, lengkap dengan kawasan jalanan perbukitan dan semilir angin khas kawasan pedesaan.

Pokoknya segar, meski di sepanjang jalan ketika bertemu dengan penduduk sekitar jarang yang kelihatan air mukanya semringah. Entah lagi baru bangun tidur dan memulai beraktivitas, lagi kurang senang menjalani irama hidup, atau memang sudah jadi kebiasaan masyarakat sekitar kalau gembira tidak datang di pagi hari, entahlah.

Buat Derry Journey, melewati rute ini selalu masih menjadi oase buat melupakan sejenak ritme pertarungan hidup.

Memasuki kawasan jalan raya Puncak – Bogor, situasi kemacetan lebih rendah ketimbang biasanya, mungkin karena efek perubahan jalan. Hanya jelang kawasan kompleks niaga dan pasar Cisarura, ada sedikit kemacetan dan kepadatan kendaraan yang melaju lamban, sesekali berhenti.

Memasuki kawasan jalanan perbukitan khas Puncak – Bogor ditemani hamparan tanaman pohon teh di kiri kanan jalan adalah kebahagiaan yang bisa didapatkan secara sederhana dan murah meriah. Ya, jangan tunggu bisa menjadi seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina baru berupaya mengejar kebahagiaan.

Orang-orang kelas rata-rata Derry Journey dan bininya pun ternyata bisa menggapai kebahagiaan dengan cara yang murah meriah, cukup isi bensin Pertalite RON 90 Rp 18 ribu sudah cukup buat bolak-balik.

“Ke arah restoran (legendaris) Rindu Alam, ayah. Di situ kayaknya ada warung kaki lima yang enak pemandangannya,” kata bini.

Dan bener, pemandangan ajib bener, gan. Tuhan memang sudah sedemikian seksama melukis Indonesia dengan panorama alamnya yang dahsyat buat dinikmati.

Ya, harga gorengan dan secangkir kopi sasetannya memang sedikit lebih mahal ketimbang harga secangkir kopi sasetan warung kaki lima biasa. Harga gorengannya satunya Rp 5 ribu, sementara secangkir kopi dihargai Rp 7 ribu, tapi jangan sekadar lihat harganya, karena view atau pemandangan alamnya buat nongkrong di situ dijamin indah banget.

Derry Journey selalu punya premis, berinteraksi dengan orang-orang terdekat apalagi dengan pasangan tercinta di tengah suasana alam itu selalu jauh lebih khidmat, hangat, dan dekat. Hubungan emosional yang terbangun terasa lebih erat dan akrab, meski yang diobrolkan hanya sekadar hal remeh temeh, misalnya kemana yah komidian Ulfa Dwiyanti sekarang…

Selepas mencomot dua gorengan, dan bininya satu gorengan, Derry Journey pun bergegas turun putar balik ke arah Bogor. Oh iya, ada biaya parkir liar yang tarifnya umum, Rp 2 ribu per motor.

Target berikutnya adalah pesanan bini, bakso Dukcapil – Bogor yang enak itu, semangkok Rp 20 ribu. Kalau sudah lewat masa pertumbuhan seperti Derry Journey dan bininya, semangkok bagi dua saja sudah cukup. Kalau satu porsi rasanya kembung, karena lumayan gede porsi bakso utamanya.

Nah, selain merasakan baksonya yang khas dan enak, jangan lupa pesan es krim rasa durian yang gerobak kaki limanya persis di samping gerobak bakso Dukcapik.

“Sehari bisa laku berapa gelas, pak?” tanya Derry Journey pada bapak penjual esnya yang nampak religius penampilannya.

“Alhamudillah cukup, pak, yang penting pelanggan senang,” timpalnya, rupanya dia enggan menjabarkan detail mengenai hal itu. Bukan tersinggung, karena sesaat kemudian, gelas plastik berisi es durian pesanan Derry Journey malah dikasih potongan alpukat mentega sebagai bonus.

“Enak, euy.”

Derry Journey senang, bini pun senang, dan kata siapa ‘pursuit of happiness’ itu harus melalui jalan sulit dan terjal, dengan cara-cara sederhana dan murah meriah seperti yang Derry Journey lakukan bersama bininya ternyata bisa juga kok.

Gak percaya, silakan dicoba deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s