HYUNDAI BUKA RENCANA DAN STRATEGI MENUJU PENYEDIA SOLUSI MOBILITAS CERDAS

sumber image: Hyundai Global

jbkderry.com – Rabu 4 Desember 2019, pabrikan otomotif raksasa dari Korea Selatan yang sudah menegaskan kehadirannya di Indonesia beberapa saat ke depan, membuka rencana besarnya menuju fase “Smart Mobility Solution Provider” (Penyedia Solusi Mobilitas Cerdas) hingga tahun 2025.

Ada dua pilar strategi yang dicanangkan Hyundai, yaitu Smart Mobility Device (perangkat mobilitas cerdas) yang berkembang dalam produksi kendaraan, di antaranya melalui Personal Air Vehicle (PAV: kendaraan udara untuk kebutuhan pribadi), robotik, dan last-mile mobility (semacam kendaraan mikro yang dapat mempermudah mobilitas manusia saat berada di rumah, tempat kerja, pusat perbelanjaan, ataupun institusi).

Pilar kedua adalah Smart Mobility Service (Layanan Mobilitas Cerdas) yang menawarkan layanan kebutuhan individual dan kapasitas muatan sesuai kebutuhan.

Pada kesempatan itu pula, Hyundai juga mengumumkan langkah-langkah strategisnya, di antaranya target penjualan BEV (Battery Electric Vehicle) dan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) sebesar670 ribu unit / tahun, dan dapat menjadi pabrikan dengan penjualan kendaraan elektrik (EV) terbanyak pada tahun 2025.

Kendaraan elektrik Hyundai ini nantinya akan membidik potensial konsumen muda dan pengusaha. Dari angka 670 ribu unit itu diharapkan 560 ribu unit di antaranya dari segmen BEV, dan 110 ribu unit dari FCEV.

Hyundai juga telah mencanangkan untuk memperkenalkan model kendaraan elektrik mewah pertamanya di bawah merek Genesis pada tahun 2021, sebelum lebih totalitas lagi memperkenalkan lineup kendaraan elektriknya pada tahun 2024.

Hyundai pun sudah berencana memperkenalkan lineup dari merek performa tinggi N dalam format desain SUV dan EV, sehingga diharapkan dapat mempertegas tingkat kompetisi Hyundai di segmen kendaraan elektrik.

Lima tahun kemudian pada tahun 2030, diharapkan menjadi produsen yang paling banyak menawarkan model kendaraan EV di pasar-pasar utama dunia seperti Korea, Amerika Serikat China, dan Eropa, serta pasar-pasar negara berkembang seperti India dan Brazil pada tahun 2035.

Ambisi besar Hyundai dalam hal riset dan pengembangan (R&D), serta kebutuhan mobilitas masa depan hingga tahun 2025, juga tercermin pada nilai investasi yang ditanamkan sebesar KRW 61,1 triliun atau sekitar Rp 723,7 triliun. Kalau dirata-ratakan itu setara dengan Rp 118,5 triliun per tahun, yang digelontorkan selama 6 (enam) tahun dari tahun 2020 hingga tahun 2025.

Angka itu sendiri jauh lebih besar daripada yang pernah diulas banyak media internasional pada tanggal 15 Oktober 2019 lalu, dimana Hyundai Motor Group  diinformasikan telah menanamkan nilai investasi pengembangan teknologi mobilitas US$35 miliar atau sekitar Rp 490 triliun.

Di tahun 2025, Hyundai mencanangkan target dapat meraup keuntungan operasional sebesar 8% dari bisnis otomotif di dunia, serta pangsa pasar sebesar 5%.

“Hyundai senantiasa memprioritaskan konsumennya dan senantiasa berupaya memaksimalkan untuk menghubungkan kehidupan manusia dan waktu yang berkualitas. Untuk itu kami senantiasa sepenuhnya mempersiapkan diri menyambut masa depan, agar dapat menjadi yang terkemuka di industri mobilitas masa depan,” kata President and CEO Hyundai Motor Company, Wonhee Lee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s