TIPS NAIK SEPEDA KE BUMI PERKEMAHAN SUKAMANTRI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUM

Komunitas gowes cadas Jarwo Bike Adventure.

jbkderry.com – Pengalaman bersepeda dengan komunitas gowes cadas Jarwo Bike Adventure, Minggu 15 Desember 2019, adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi Derry Journey.

Di antara banyak hal yang terjadi berjalan kurang baik dan kurang tepat, tapi Derry Journey memetik beberapa hal penting buat penyimak media kelas secangkir kopi jbkderry.com yang berniat ke sana dengan cara yang sama (baca: bersepeda).

Berikut tips a la kelas media secangkir kopi, semoga ada manfaatnya…

1. Pastikan sudah survei rute yang akan dilalui

salah satu akses jalan berbatu menuju gerbang Kujang Raider. Pastikan menggunakan sepeda dengan spesifikasi yang sesuai medan.

Yah, gak perlu ke sana langsung, cukup melakukan penelusuran di jagat maya. Biar nanti gak kaget dan bisa berdamai dengan diri sendiri, jika ternyata medan dan kondisi jalan yang dilalui ternyata di luar ekspektasi.

Misalnya pas ketemu kemacetan khas Bogor, atau jalanan rusak, bebatuan, dan yang terutama menyusuri jalur jalan tanjakan yang seperti tidak pernah putus, bisa tetap lebih tenang menghadapinya.

Hal ini yang kurang Derry Journey antisipasi pada saat berjalan ke sana. Gowes dengan jalur tanjakan di atas 3 jam, bahkan tidak mungkin menyentuh angka 4 jam, tentu adalah pengalaman yang lebih dari sekadar biasa buat pesepeda kelas secangkir kopi seperti Derry Journey.

2. Pastikan Spesifikasi Sepeda Sesuai Medan

Tanjakan Demit, salah satu medan tanjakan legendaris menuju lokasi.

Kesalahan terfatal Derry Journey di hari itu adalah spesifikasi sepeda yang tidak sesuai medan. Little Wolverine menyalahi banyak aspek, mulai spesifikasi setang, suspensi, rangka, gearset, hingga yang terfatal adalah spesifikasi ban.

Alhasil pas melintasi jalur makadam (pengerasan jalan dengan cara memberi dua macam lapisan batu-batuan, kasar dan halus, pada lapisan dasar batu sungai (batu kali), menuju gerbang Kujang Raider, puncak kecerobohan pun terjadi. Daya cengkeram ban sangat minim dan licin.

Dari beberapa referensi yang Derry Journey kumpulkan dari beberapa dedengkot Jarwo Bike Adventure adalah tipikal sepeda hybrid, setelah setang agak menunduk, penyesuaian gearset dan suspensi depan, plus yang tidak kalah pentingnya adalah ban dual-purpose (sebisa mungkin Maxxis ukuran 700).

3. Menyesuaikan Ritme

Deretan pepohonan pinus yang tinggi dan rimbun di Taman Nasional Gunung Halimun, Bogor.

Hukum dasar melaju bersama yang Derry Journey pahami (mau itu naik mobil, motor, atapun naik sepeda) adalah bisa menyesuaikan dengan ritme teman-teman yang lain.

Terlalu cepat tentu berbahaya, tapi terlalu lamban juga pasti agak mengganggu ritme teman-teman yang lain. Itulah dibutuhkan upaya membangun ritme yang pas.

Dan itu untuk memang butuh jam terbang, termasuk mempelajari dan memahami karakter berkendara dari tiap teman perjalanan yang ada.

4. Menjaga Mental 

Sebuah D-Cab yang terjungkal di kawasan Perkemahan Sukamantri – Taman Nasional Gunung Halimun, Bogor.

Naik sepeda untuk rute yang cukup jauh seperti Bumi Perkemahan Sukamantri – Taman Nasional Gunung Halimun, adalah salah satu momen paling tepat untuk berbicara dengan diri sendiri, serta mengukur kemampuan diri.

Adalah kalanya rasa malas dan putus ada, serta rasa ingin menyerah mencuat. Untuk itu, setiap pesepeda memang harus piawai berbicara dan mengukur kemampuan diri sendiri.

Kalau memang masih sanggup, silakan jaga konsistensi hingga tiba di tujuan, meskipun itu harus susah payah seperti yang Derry Journey alami. Tapi kalau memang sudah merasa benar-benar habis, jangan sungkan untuk berhenti. Intinya, setiap pesepeda harus bisa mengukur batas kemampuan diri, jangan terlena dan memaksakan jika memang benar-benar sudah habis.

5. Siapkan Diri Dengan Kejutan di Titik Tujuan

Pemandangan alam yang indah di Bumi Perkemahan Sukamantri – Taman Nasional Gunung Halimun dijamin mampu membuat siapa saja merasa takzim atas keindahan karunia alamNya untuk Indonesia. Dijaga yah, guys…

Sepanjang perjalanan selepas jalan Taman Sari menuju akses makadam ke gerbang Kujang Raider, Derry Journey beberapa kali bersua dengan cewek-cewek belia Bogor yang geulis-geulis.

Meski mereka datang dengan pasangan atau pacarnya masing-masing tapi cukuplah menjadi penghibur rasa lelah melihat hal-hal yang terlihat indah di tengah rasa kelelahan yang menuju titik kulminasi.

Selepas gerbang Kujang Raider, pemandangan pepohonan pinus di antara cahaya yang redup adalah salah satu bentuk khidmat terbaik mensyukuri nikmat hidup di bumi manusia.

Saat tiba di atas, sebuah Masjid berukuran sedang sudah menanti setiap insan yang ber-Sholat untuk bersyukur. Di dekat Masjid itu, jangan kaget kalau ketemu dengan beberapa monyet liar penghuni Taman Nasional Gunung Halimun.

Buat yang beragama lain pun tetap bisa bersyukur dengan indahnya nian alam Bumi Perkemahan Sukamantri – Taman Nasional Gunung Halimun.

Itu saja dulu, semoga informasi kelas secangkir kopi ini ada manfaatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s