NGOBROLIN PASAR MOBIL BEKAS SEGMEN SUV RP 200 JUTAAN

BMW X5 (2007) – data OLX Indonesia, 17 Januari 2020

jbkderry.com – Beli mobil baru itu setidaknya memberikan dua manfaat, yaitu nilai prestise yang lebih tinggi dan mengetahui riwayat kendaraan sejak awal.

Kalau dipecah lebih jauh; mobil baru seyogyanya lebih nyaman, fiturnya masih kinyis-kinyis, serta pilihannya lebih banyak dan beragam.

Tapi-tapi, tapi salah satu habit konsumen pembeli mobil baru di Indonesia adalah nilai jual kembali, dan itu berkenaan dengan satu kata yaitu “Depresiasi”, atau sederhananya jangan sampai rugi banyak apalagi kalau sampai susah dijualnya.

Nah, kalau Anda termasuk kategori yang sangat memperhatikan soal depresiasi alias nilai penyusutan harga kendaraan, mudah-mudahan artikel kali ini ada manfaatnya.

Honda CR-V Generasi Ke-4 (Produksi 2011 – 2016)

Jika Anda mencari pasaran mobil bekas, pasaran Honda CR-V generasi ke-4 untuk tahun produksi 2011 hingga 2014, sudah banyak yang dilepas di bawah Rp 250 juta. Bahkan ada beberapa yang siap dilepas di bawah Rp 200 juta.

Artinya kalau dulu belinya (taruhlah) di angka Rp 450 juta, meski mestinya lebih tinggi, berarti nilai penyusutannya sudah di ada yang tembus di atas 50% dalam kurun waktu 5 – 8 tahun.

Mari simak salah satu ulasannya yang jbkderry.com ambil sampelnya dari OLX Indonesia berikut ini:

Honda CR-V Prestige 2.4 Matic 2014 (data OLX Indonesia, 17 Januari 2020)

Harga bukanya di Rp 245 juta, sementara barunya taruhlah diasumsikan Rp 500 juta OTR Jakarta. Artinya dalam lima tahun (2014 ke 2019) nilai penyusutannya sudah tembus di atas 50% atau senilai Rp 255 juta.

Kalau Rp 255 juta dibagi 5 (tahun), jadinya dalam setahun rugi Rp 51 juta atau kalau dirata-ratakan per bulan rugi Rp 4,25 juta. Angka kerugian per bulan itu sudah setara dengan UMP (upah minimum kota) Jakarta pada tahun 2020 ini sebesar Rp 4.276.346,-.

Jadi kalau Anda tengah berburu SUV Honda dengan budget maksimal Rp 250 juta, tapi nilai prestisenya tetap dapat, silakan berburu Honda CR-V generasi keempat.

Jika Anda pengen berburu yang harganya bisa tembus di bawah Rp 200 juta, silakan berburu tahun produksi yang lebih lama seperti sumber lain dari OLX Indonesia pada tanggal yang sama, 17 Januari 2020, di bawah ini:

Honda Crv 2.4 At 2012 istimewa (Sumber: OLX Indonesia, 17 Januari 2020)

2. Mitsubishi Pajero Sport (Produksi Tahun 2010 – 2014)

Taruhlah barunya dulu di angka Rp 450 juta unit, namun jika Anda mencari di pasar mobil bekas pada saat artikel ini dibuat (17 Januari 2020), harga Mitsubishi Pajero Sport produksi tahun 2010 – 2014 ada di rentang harga Rp 190an juta hingga Rp 240an juta.

Seperti yang tertera di bawah ini juga sampel dari OLX Indonesia, harga Mitsubishi Pajero Sport Dakar tahun 2014 bisa ditebus dengan harga Rp 225 juta, itu pun belum ditawar…

Mitsubishi Pajero Sports Dakar 2014 (matic) – data OLX Indonesia, 17 Januari 2020.

Artinya dalam lima tahun (2014 hingga 2019), nilai penyusutannya Rp 225 juta (Rp 450 juta – Rp 225 juta) atau pas 50%. Dengan kata lain setiap tahun rugi Rp 45 juta atau sekitar Rp 3,75 juta sebulan, itu lebih tinggi dari UMP kota Bandung di tahun 2020 sebesar Rp 3,62 juta.

Kalau mau yang lebih terjangkau bisa cari Mitsubishi Pajero Sport produksi tahun 2010 seperti di bawah ini:

Mitsubishi Pajero Sport Exceed Diesel 2010 Automatic (data OLX Indonesia, 17 Januari 2020)

3. Nissan X-Trail (Tahun Produksi 2015 – 2016)

Saat artikel ini dibuat, harga SUV dari Nissan ini untuk tahun produksi tersebut ada di kisaran Rp 220an juta hingga Rp 230an juta, itupun belum ditawar.

Kalau barunya dulu taruhlah diasumsikan di Rp 450 juta, maka dalam waktu 3 – 4 tahun nilai penyusutannya sudah tembus di atas 50%.

Ambillah sampel di bawah ini berdasarkan data dari OLX Indonesia per tanggal 17 Januari 2020:

NISSAN XTRAIL 2.5 AT 2016

Artinya dalam 3 tahun, sudah ada nilai penyusutan sebesar Rp 217 juta. Atau dengan kata lain per tahun siap rugi Rp 72,3 juta atau sekitar Rp 6 juta lebih dikit per bulan. Angka jauh lebih tinggi di atas UMP tertinggi di Indonesia pada tahun 2020, yaitu di Kota Cilegon – Jawa Barat yang menembus Rp 4,24 juta.

4. Mazda CX-5 (Tahun Produksi 2012 – 2014)

Di pasar mobkas, SUV dari Mazda untuk tahun produksi di atas ada di kisaran Rp 180an juta hingga Rp 230an juta.

Artinya jika harga barunya dulu diasumsikan di angka Rp 500 juta, nilai penyusutannya berkisar Rp 270 juta hingga Rp 320 juta dalam waktu 5 hingga 7 tahun.

Ambillah sampel di bawah ini yang juga data dari OLX Indonesia:

Mazda CX-5 Touring 2014 (data OLX Indonesia, 17 Januari 2020)

Artinya dalam 5 tahun (2014 ke 2019) nilai kerugiannya Rp 270 juta, atau sekitar Rp 54 juta per tahun, atau senilai Rp 4,5 juta per bulan.

Jika ingin yang harganya di bawah Rp 200 juta, bisa berburu Mazda CX-5 produksi tahun 2012 seperti di bawah ini:

Mazda CX5 GT A/T 2012

Itu saja dulu, artikel kelas secangkir kopi untuk Jumat 17 Januari 2020, semoga ada manfaatnya buat Anda yang tengah menimbang-nimbang membeli SUV seken asal Jepang.

Tapi kalau itu masih belum cukup dan pengennya SUV asal Eropa, mungkin bisa mencari SUV BMW X5 produksi tahun 2003 – 2005 yang harga bukanya di bawah 200 juta. Bahkan ada yang berani lepas di bawah Rp 150 juta untuk tahun produksi 2003.

Selamat berburu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s