NGOBROLIN HONDA BEAT BARU 2020: APA ALASAN BARU UNTUK MEMBELINYA?

jbkderry.com – Informasi soal peluncuran Honda BeAT generasi terbaru pada 16 Januari 2020 memang sudah tumpah ruah di jagat maya. Apalagi merek motor dengan pangsa pasar sepeda motor di atas 70% ini terhitung besar-besaran dan maksimal dalam hal publikasi dan promosi produk.

Sebagai media kelas secangkir kopi, jbkderry.com tidak akan mengulas hal yang sama dengan yang bisa ditemui di media-media mainstream. Artikel ini seperti biasa ulasan a la secangkir kopi, tapi semoga ada manfaatnya.

Hal pertama yang menarik perhatian jbkderry.com soal kehadiran model terbaru skutik entry level terlaris di Indonesia adalah soal desainnya yang kental aura abangnya Honda Vario baru yang bermesin 125cc dan 150cc.

Beberapa media menyebutnya sebagai ‘Baby Honda Vario’, dan ini hal yang paling menarik mengingat PT Astra Honda Motor (AHM) sebagaimana telah banyak dikemukakan di berbagai media, jika Honda Vario 110 sudah disuntik mati alias tidak diproduksi lagi.

Ada dua konklusi a la secangkir kopi pada strategi desain baru Honda BeAT model tahun 2020 ini dan matinya Honda Vario 110.

Pertama, AHM seakan ingin bermain “aman” dengan mengadopsi konsep desain yang sudah terbukti sukses di pasaran, yaitu menerapkan konsep desain terbaru Honda Vario 125 dan 150 pada BeAT.

Ya, di tahun 2020 ini kabarnya pasar sepeda motor di Indonesia kabarnya akan tetap stagnan alias mirip dengan pencapaian 2019 yang ada di kisaran 6,48 juta unit.

Dengan prediksi seperti itu, rasanya tentu riskan bermain di strategi desain anyar yang bisa mengundang resiko gagal lebih besar, apalagi mengingat posisi Honda sendiri sebagai pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia yang sudah jauh meninggalkan lawan-lawannya, khususnya di segmen entry level seperti BeAT.

Honda BeAT ibarat kata sudah seperti Marc Marquez yang sudah jauh memimpin bersama Honda RC213V dan cukup menjaga angka-angka yang sudah dicapai, supaya gelar “juara dunia MotoGP 2020”, eh, maksudnya “juara penjualan sepeda motor terbanyak di Indonesia tahun 2020” tetap terjaga.

Kalau mau diutak-atik a la secangkir kopi, Honda Vario 110 sebenarnya tidak mati, ia tetap hidup tapi dengan nama baru yaitu All-New Honda BeAT. Kok bisa gitu?

Nah, selanjutnya mari masuk ke konklusi kedua, yang justru disuntik mati adalah desain Honda BeAT, karena DNA desain yang berlanjut pada generasi terbarunya justru datang dari model abangnya yang sudah terbukti sukses di pasaran yaitu Honda Vario 125 dan 150 generasi terbaru.

Lantas, apa kira-kira yang bisa menjadi alasan baru mengapa harus membeli Honda BeAT generasi terbaru ini?

Disamping alasan-alasan yang sudah ada, ataupun kampanye-kampanye yang diusung para media mainstream dan K.O.L kondang, setidaknya ada dua alasan baru mengapa Honda BeAT baru ini akan dibeli potensial konsumennya.

Pertama; kalau mau beli Honda Vario 125 dan 150 model baru, tapi di sisi lain pengen lebih hemat dalam banyak hal (harga beli, biaya perawatan, biaya perbaikan, biaya beli BBM, dan biaya bayar pajak), maka Honda BeAT 110 terbaru ini bisa dijadikan solusi bijak, toh, desainnya mirip-mirip dan senada.

Kedua, pecinta sejati desain Honda Vario terbaru kini bisa lebih efisien dalam pengeluaran tanpa harus kehilangan gengsi. Kenapa? Seumpama kalau beli Honda Vario 110 kesannya beli varian termurah (dan kelihatan bokeknya), tapi kalau dia muncul dengan nama yang sudah sangat harum dan ternama sebagai Honda BeAT terbaru, itu jelas sebuah alasan baru yang tidak menurunkan gengsi.

Yauwes, itu saja artikel kelas secangkir kopi untuk Minggu 19 Januari 2020, semoga ada manfaatnya. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s