BAJAJ DAN TRIUMPH KERJASAMA BUAT MOTOR 200CC – 750CC

Sketsa Triumph 250 Street Triple yang dirilis situs https://www.visordown.com/

jbkderry.com – Informasi mengenai kerjasama pabrikan motor India (Bajaj) dengan pabrikan motor asal Inggris (Triumph) sudah berseliweran di jagat maya saat artikel ini dibuat dan diunggah, Senin 27 Januari 2019.

Informasi mengenai kerjasama kedua pabrikan yang sebenarnya beda “kasta” dan segmentasi itu sudah mulai dipublikasikan di media otomotif di India pada tanggal 16 Januari 2020, meski secara resmi baru diumumkan pada Jumat 24 Januari 2020.

Jadi dalam klausul kerjasama tersebut, ada beberapa hal yang disepakati, sebagai berikut:

  • Pabrik Bajaj yang ada Chakan akan mengembangkan motor dengan kapasitas mesin 200cc – 750cc.
  • Meski produksinya menggunakan fasilitas manufaktur Bajaj di Chakan, namun untuk urusan desain, ride, dan handling akan dilakukan oleh pihak Triumph.
  • Motor yang dikembangkan di awal nanti rencananya berkapasitas mesin 200cc dan harganya dipastikan kurang dari 2 Lakh (atau kira-kira di bawah Rp 38 juta, nilai kurs Rp 190,72).
  • Motor yang dikembangkan menggunakan platform baru, dengan berbagai kapasitas mesin sedianya mulai diperkenalkan pada tahun 2022.
  • Motor yang dikembangkan dalam kesepakatan aliansi ini nantinya tidak akan menggunakan merek Bajaj.
  • Bajaj akan mengambil alih saluran distribusi Triumph di India.
  • Triumph akan memasarkan motor yang diproduksi ke pasar otomotif global.

Kalau mau diobrolkan a la secangkir kopi, kerjasama ini tentu akan menguntungkan kedua belah pihak.

Dari sudut pandang Triumph, peluang terbesar adalah memperlebar kans penjualan volume yang lebih besar. Ada dua asumsi. Pertama, sudah bukan rahasia lagi, sejak tahun 2014 pasar sepeda motor di India merupakan yang terbesar di dunia, melewati Cina.

Kedua, pasar motor di India memang justru punya kans tumbuh di segmen sedang. Simak artikel PRODUSEN OTOMOTIF INDIA SEMAKIN SERIUS GARAP PRODUKSI MOTOR BERMESIN SEDANG.

Dari sudut pandang Bajaj, keuntungan terbesar adalah mereka bisa mengetahui lebih dalam bagaimana strategi pabrikan motor premium alias segmen mewah saat mengembangkan lineup produknya.

Meski sedianya publik tidak akan melihat satu model yang sama dalam dua model dan brand berbeda seperti yang terjadi pada aliansi TVS dan BMW Motorrad, tapi tidak menutup kemungkinan konsumen bisa membeli Triump Tiger atau Daytona versin mesin 250cc.

Ataukah Bajaj yang jadi punya wawasan dan referensi akan mengembangkan segmen motor baru, 200cc – 250cc, yang jauh lebih segar ketimbang melihat Kawasaki Bajaj Pulsar 200.

Sayangnya Bajaj tidak ada lagi di Indonesia, tapi eh, bukannya Triumph masih ada distributornya. Mudah-mudahan sih Triumph versi “murah” yang masuk ke Indonesia nanti dari aliansi ini banderolnya tidak semahal BMW G 310 GS dan G 310 R yang sudah tembus di atas Rp 100 juta.

Coba kalau Triumph era baru versi mesin 250cc bisa main di harga Rp 70an – Rp 80an juta kan bisa main di gimmick-gimmick psikologi harganya di bawah Rp 100 juta.

Ataukah versi mesin 200cc dengan tampilan a la moge Triumph bisa masuk di Indonesia dengan harga di bawah Rp 50 juta, bakalan seksi banget tuh, gan.

Bener, gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s