NGOBROLIN MOBIL-MOBIL BARU YANG BAKAL (TETAP) LARIS DI TAHUN 2020

Mitsubishi Xpander punya kans kuat menjadi model kendaraan terlaris Mitsubishi di Indonesia pada tahun 2020.

jbkderry.com – Mari mulai artikel kelas secangkir kopi ini dari data Gaikindo soal penjualan mobil baru (termasuk kendaraan komersial) sepanjang tahun 2019 lalu.

Secara data whole sales (dari pabrik ke dealer), terjadi penurunan angka penjualan dibanding pencapaian pasar otomotif nasional di tahun 2018.

Di tahun 2019, pasar otomotif nasional ada di angka 1.030.126 unit atau turun dari pencapaian tahun 2018 yang mencapai 1.151.413 unit. Artinya ada penurunan penjulan sebesar 121.287 unit, atau dengan kata lain angka penurunnya cukup tajam, karena di atas rata-rata penjualan bulanan di tahun 2019.

Lalu jika dikupas lebih lanjut dari data 20 mobil terlaris sepanjang tahun 2019, bisa dibilang tidak ada nama baru, kecuali nama Wuling Almaz yang menduduki posisi buncit dalam daftar 20 mobil terlaris sepanjang tahun 2019.

Model-model kendaraan low MPV 7-seater, baik yang umum ataupun yang masuk dalam skema kebijakan LCGC, masih mendominasi posisi 5 besar. Sebutlah nama Toyota Avanza yang masih tetap di puncak dengan penjualan 86.374 unit.

Rival terberatnya sejak 3 tahun terakhir, Mitsubishi Xpander, masih kuat menguntit di posisi kedua dengan penjualan 62.666 unit, Toyota Calya di posisi keempat terlaris dengan penjualan 54.569 unit.  

Secara sederhana, lineup 20 mobil terlaris masih didominasi mobil baru dengan nilai jual di bawah Rp 300 juta, dan kalaupun ada yang tembus di atas Rp 300 juta per unit dapat diasumsikan konsumen mayoritas masih terpaku dalam pola main aman seperti karakter dasar konsumen di bawah Rp 300 juta.

Apa itu? Ada beberapa variabel umum untuk mengukurnya yaitu pertama pertimbangan merek, kedua mobil masih sebatas alat transportasi dan pertimbangan nilai jual kembali (belum pada taraf utama kenyamanan dan keamanan), serta ketiga adalah nilai popularitas di masyarakat (atau dapat disebut paling sering dilihat di jalan).

Brio Satya nampaknya punya kans kuat menjadi model kendaraan terlaris Honda di tahun 2020.

Tiga hal itu menjadi karakteristik zona aman karakter konsumen pembeli mobil baru di Indonesia, diulangi lagi yaitu mobil baru bukan model mobil baru atau dalam arti mobil baru yang dibeli bukan model baru dari sebuah pabrikan.

Ya, Wuling Almaz memang dapat dikatakan pengecualian. Rasanya tidak banyak yang bisa memprediksi juga jika SUV medium-size dari merek Cina ini bisa menduduki posisi ke-8 daftar 20 mobil terlaris pada Desember 2019, bahkan bisa melewati penjualan Honda HR-V yang ada di posisi ke-13 dan Honda CR-V di posisi ke-19.

Wuling Almaz pun lebih laris ketimbang dua SUV ladder-frame regular-size Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner di bulan Desember 2019. Apakah trend momen ini akan berlaku jangka panjang atau pendek, tentu mekanisme pasar yang menjawabnya.

Cuma kalau mau diterka-terka a la obrolan kelas secangkir kopi, larisnya Wuling Almaz sebenarnya tidak juga begitu mengagetkan. Hengkangnya Cheverolet dari Indonesia juga dapat dikatakan sebagai salah satu penyebab. Mengapa? Karena seperti yang sudah banyak diberitakan, Wuling Almaz yang diproduksi di Indonesia ini telah diekspor ke mancanegara di tahun 2019 dengan emblem generasi terbaru Chevrolet Captiva.

Sederhananya, para loyalis SUV ukuran reguler dari Chevrolet di Indonesia gak perlu sepenuhnya khawatir brand asal Amerika itu cabut, karena toh ini masih ada Captiva dengan emblem Wuling. Ya, Chevrolet punya share sekitar 44% di perusahaan patungan SGMW (SAIC, GM, Wuling Automobile) di Cina, dan itu lebih besar dari share Wuling Automobile yang ada di kisaran 5,9%.

Faktor lain yang dapat membuat Wuling Almaz laris manis adalah konsumen bisa mendapatkan SUV medium-size dengan standar kualitas GM dan harga yang lebih terjangkau (kalau gak mau disebut murah),  lah iyalah di atas Rp 250 juta per unit dan bahkan varian teratas tembus di atas Rp 300 juta mestinya sih gak bisa dibilang murah).

Kia Seltos akan coba mengadu peruntungan mengikuti jejak kesuksesan Wuling Almaz di Indonesia pada tahun 2020 ini, bisakah?

Di awal tahun 2020 ini sendiri, Almaz mulai kedatangan satu rival berat. Silakan simak artikel NGOBROLIN KEHADIRAN KIA SELTOS DI INDONESIA: SIAPA RIVALNYA PALING TERGANGGU?

Oke, setelah mengulak-ngulik data dan fakta di atas, mari masuk ke substansi artikel sesuai judul, “Kira-kira mobil baru apa saja yang akan atau akan tetap laris manis di tahun 2020 ini?”

Asumsi pertama sebaiknya dihubungan dengan kecenderungan fakta industri otomotif baik di dunia dan khususnya di Indonesia, yang seolah masih mencari bentuk mobilitas baru di masa depan.

Sebagian pelaku industri menyebut arahnya akan ke kendaraan listrik, ada lagi yang fokus ke pengembangan mobil swakemudi atau autonomous, serta ada juga yang mengembangkan konsep mobilitas untuk transportasi udara dan peruntukan publik dalam lima tahun ke depan (hingga tahun 2025) seperti Hyundai.

Silakan simak artikel NGOBROLIN DUNIA OTOMOTIF MASA DEPAN A LA HYUNDAI dan baca juga LEBIH DARI 70 PERSEN WARGA EROPA PERCAYA MOBIL OTOMATIS JALAN SENDIRI SUDAH DI DEPAN MATA.

Nah, mengingat industri otomotif dunia juga masih mencari bentuk tatanan baru, ditambah kondisi di dalam negeri yang juga masih mengunggu realisasi atau implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 tahun 2019 mengenai perkembangan kendaraan listrik di Indonesia pada tanggal 5 Agustus lalu, yang sedianya mulai berlaku efektif pada Oktober 2021, maka dapat disebut potensial konsumen di Indonesia masih menunggu arah kebijakan pemerintah ke depan sebelum memutuskan membeli mobil baru (lagi).

Jangan sampai begini salah satunya, beli mobil sekarang, tapi ternyata di tahun 2021 mendatang ternyata membeli mobil berteknologi listrik bisa lebih murah atau sama saja harganya, plus skema pajak tahunannya lebih rendah, ataupun beberapa stimulan lain.

Di level provinsi saja, misalnya di DKI Jakarta, pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan pajak BBN-KB 0% untuk kendaraan listrik, plus bebas dari aturan ganjil – genap.

Saat ini saja, sudah ada mobil listrik atau Battery Utility Vehicle di Indonesia yang dipasarkan di angka Rp 500 jutaan, silakan simak artikel HYUNDAI INDONESIA MULAI PASARKAN MOBIL LISTRIK SEHARGA RP 569 JUTA.

Ini tentu kabar gembira, mengingat mobil listrik BYD yang dibeli oleh BlueBird harganya nyaris tembus Rp 800 juta, atau Tesla Model 3 yang dipasarkan Prestige Motor di atas Rp 1,5 miliar.

Simak artikel NGOBROLIN TEKNOLOGI MOBIL LISTRIK (ARTIKEL SECANGKIR KOPI) dan PERKEMBANGAN PASAR MOBIL LISTRIK DUNIA DI SEMESTER 1 2019.

Mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) semakin terjangkau di Indonesia, setelah Hyundai “hanya” memasakannya dengan harga Rp 500 jutaan.

Jadi kira-kira mobil-mobil apa saja yang kira-kira tetap laris manis di tahun 2020 ini? Kalau berkaca pada data dan kecenderungan di atas, mobil-mobil yang masuk ke dalam daftar 20 mobil terlaris di tahun 2019 lalu, punya kans sangat besar untuk mengulangi kesuksesan yang sama.

Asumsinya, yah itu tadi 3 karakteristik umum pembeli mobil baru di Indonesia masih sangat kuat dalam menjadi pertimbangan utama membeli mobil baru. Apa saja? Gak usah di-scroll lagi ke atas, jawabannya adalah pertama pertimbangan merek, kedua mobil masih sebatas alat transportasi dan pertimbangan nilai jual kembali (belum pada taraf utama kenyamanan dan keamanan), serta ketiga adalah nilai popularitas di masyarakat (atau dapat disebut paling sering dilihat di jalan).

Itu saja dulu, artikel kelas secangkir kopi untuk Selasa 28 Januari 2020 ini. Semoga ada manfaatnya, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s