NGOBROLIN MAZDA CX-30, MITSUBISHI ECLIPSE CROSS, DAN ROY JONES JR

jbkderry.com – Selasa 28 Januari 2020, distributor Mazda di Indonesia yaitu PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi memperkenalkan crossover terbarunya Mazda CX-30, yang kabarnya untuk mengisi segmen di antara Mazda CX-3 dan Mazda CX-5.

Soal informasi teknikal Mazda CX-30 yang dipasarkan oleh EMI di Indonesia sudah bisa banyak ditemukan di Google, cukup memasukkan kata kunci “Mazda CX 30”.

Seperti biasa kalau di jbkderry.com akan mengupasnya dari sisi yang diusahakan berbeda, biar lebih pas dijadikan tambahan referensi (rada nyeleneh) ditemani pasangan pas, secangkir kopi.

Saat Mazda CX-30 diperkenalkan di Indonesia, hal yang pertama yang jbkderry.com pikirkan adalah, “Hore, akhirnya Mitsubishi Eclipse Cross punya rival sebanding.”

Waktu Mitsubishi Eclipse Cross hadir di Indonesia, dalam sudut pandang jbkderry.com, posisinya seperti membentuk satu ceruk pasar baru di segmen crossover SUV.

Dengan dimensi panjang 4.405 mm, lebar 1.805 mm, dan tinggi 1.674 mm, Mitsubishi Eclipse Cross mengingatkan jbkderry.com pada salah satu petinju paling legendaris (antara kelas berat dan kelas menengah) di kelas penjelajah, Roy Jones Jr.

Kalau mau dibandingkan dengan Toyota C-HR (ukuran dimensi panjang 4.360 mm x lebar 1.795 mm x  tinggi 1.565 mm), Mitsubishi Eclipse Cross nampak satu kelas lebih bongsor.

Bahkan, secara dimensi Mitsubishi Eclipse Cross lebih pas naik ke segmen Compact-SUV yang diisi Hyundai Tucson (ukuran dimensi panjang 4.475 mm x lebar 1.850 mm x tinggi 1.650 mm) dan Mazda CX-5 (panjang 4.550 mm x lebar 1.840 mm x tinggi 1.680 mm), ketimbang dikelaskan bertarung di segmen sub-compact SUV yang diisi Toyota C-HR dan Mazda CX-3.

Dengan dimensi (plus kelebihan fitur) yang dimilikinya, Mitsubishi Eclipse Cross bisa saja menjelma layaknya Roy Joner Jr yang kemudian membuat sejarah mengalahkan juara dunia di kelas berat John Ruiz di tahun 2003. Dalam arti, bisa saja menempatkan Mitsubishi Eclipse Cross buat jadi penantang Mazda CX-5 dan Hyundai Tucson.

Toh, Euro NCAP saja berani memberikan sertifikasi tertinggi 5-Star untuk level keamanan dan keselamatan Mitsubishi Eclipse Cross pada saat melalui standar crash test di lembaga tersebut.

Sederhananya bisa banget Mitsubishi Eclipse Cross diseterukan dengan Hyundai Tucson dan Mazda CX-5, sampai kemudian Mazda CX-30 hadir dengan proporsi rancang bangun yang lebih pas diadu dalam kelas yang sama. Entah apa nama segmentasi kelasnya, yang pasti ada di kelas antara sub-compact SUV dan compact-SUV.

Simak saja proporsi dimensi Mazda CX-30 yaitu panjang 4.395 mm, lebar 1.975 mm, dan tinggi 1.540 mm. Mari bandingkan sekali lagi dengan proporsi dimensi Mitsubishi Eclipse Cross yaitu panjang 4.405 mm, lebar 1.805 mm, dan tinggi 1.674 mm.

Tidak hanya berada di kelas yang setara dalam sudut pandang dimensi, keduanya juga memiliki klasifikasi harga yang mirip.

Mitsubishi Eclipse Cross yang ditawarkan dalam tiga varian warna dan banderol harganya ada di Rp 480an juta (OTR Jakarta, harga bisa berubah sewaktu-waktu). Sementara Mazda CX-30 hadir dalam dua tipe, yaitu tipe Touring Rp 478,8 juta (OTR Jakarta, harga bisa berubah sewaktu-waktu) dan tipe GT Rp 518,8 juta (OTR Jakarta, harga bisa berubah sewaktu-waktu).

Mazda CX-30 dibekali mesin SKYACTIV-G 2.0 In-line 4 cylinder DOHC 16 valve, rasio kompresi 13.0:1, tenaga puncak 155 ps/6.000 rpm dan torsi maksimal 200 Nm/4.000 rpm. Rekomendasi bensin RON 90 – 94 (minimal Pertalite).

Sementara Mitsubishi Eclipse Cross dibekali mesin MIVEC DOHC 1.5L Turbo 4-silinder, dengan tenaga puncak 110 ps/5.500 rpm dan torsi maksimal 250 Nm yang dicapai merata mulai putaran mesin 2.000 – 3.500 rpm.

Kesimpulan a la media kelas secangkir kopi:

1. Potensial konsumen yang bimbang memilih di antara kedua model kendaraan ini rasanya bakal puyeng mana yang lebih pas dan lebih baik. Masing-masing punya pesona dan nilai prestise masing-masing yang sama kuatnya.

Sebaiknya kalau bisa memanfaatkan fasilitas test drive yang ada di dealer terdekat masing-masing, untuk bisa menentukan mana yang lebih pas sesuai kebutuhan dan karakter berkendara masing-masing.

2. Buat penyuka mesin N/A, tentu bisa pilih Mazda CX-30. Sementara penyuka aura sporty, mesin 1.5L Turbo dari Mitsubishi Eclipse Cross tentu lebih mempesona.

3. Soal level keamanan dan keselamatan, seperti halnya Mitsubishi Eclipse Cross, Mazda CX-30 juga berhasil melalui uji crash test di Euro NCAP dengan rating tertinggi 5-Star.

4. Jika mau lebih sedikit irit saat membeli (khususnya varian tertinggi, lumayan bisa lebih irit Rp 30an juta) dan pertimbangan jaringan layanan purna jual yang lebih luas, Mitsubishi Eclipse Cross tentu jadi pilihan yang lebih baik.

5. Meski besar kemungkinan potensial konsumen keduanya sudah bisa masuk dalam kategori “sultan” (baca: duit gak jadi masalah), tapi rasanya tidak ada salahnya minta skema biaya perawatan berkala kepemilikan kendaraan selama 3 tahun pertama, plus besaran biaya pajak tahunan.

Itu saja dulu, semoga ada manfaatnya. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s