NGEBAHAS ANCAMAN VIRUS CORONA DI PERKAMPUNGAN PALING KUMUH DI ASIA

jbkderry.com – Artikel ini ditulis ulang dari artikel yang tayang di reuters.com (link-nya ada di ujung artikel ini).

Ini tentang potret kehidupan di Dharavi, sebuah perkampungan kumuh yang berada di Mumbai, India. Dharavi disebut sebagai perkampungan kumuh terbesar di Asia, dengan populasi penduduk sekitar satu juta orang.

Kalau Anda memasukkan kata kunci “Dharavi” di Google, sudah ada beberapa media yang menuliskan artikel mengenai kondisi terkini di sana, khususnya pasca diberlakukannya lockdown oleh Pemerintah India pada tanggal 25 Maret 2020 lalu.

Setelah lockdown diberlakukan, kehidupan masyarakat di Dharavi menjadi lebih keras dan kelam untuk bertahan hidup. Umumnya mereka bertahan hidup dari bantuan makanan dan hasil donasi.

Najma Mohammad adalah salah seorang ibu yang menetap di Dharavi yang hidup bersama seorang putra dan dua putri menceritakannya jika mereka kini bergantung dari makanan yang diberi oleh tetangga, setelah toko garmen tempatnya bekerja ditutup.

“Kini yang tersisa hanyalah duka dan tanpa pekerjaan.”

Di Dharavi sendiri menjadi dipercaya salah satu tempat yang paling rawan penyebaran virus Corona di India, karena populasi yang sangat padat dan sanitasi yang buruk.

Ada ratusan orang yang harus berbagai kamar mandi yang sama, tanpa jaminan air bersih, dan sabun menjadi hal yang sangat mewah.

Sudah ada 71 orang yang kabarnya terjangkit virus Corona di Dharavi, namun sejumlah analis memprediksi tingkat penyebarannya akan lebih tinggi ke depan, mengingat banyak orang yang tinggal bersama di dalam ruangan yang kecil.

Di dalam perkampungan, juga terdapat pasar informal. Beberapa orang dewasa juga masih meluangkan waktu dengan bermain catur atau menonton melalui handphone, sementara anak-anak bermain cricket dan kartu.

Ada juga yang coba buka usaha kecil-kecilan seperti menjahit, sebelum ketahuan aparat dan memaksa mereka tutup. Mereka pun dikasih efek jera kalau tertangkap, dengan di bawah terik matahari dan dihukum gebuk.

Itupun gak sepenuhnya membuat mereka kapok, dan memaksa aparat harus berjaga serta lebih waspada.

Berikut link sumber artikelnya, klik di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s