CINA DISEBUT BISA BANTU KUATKAN EKONOMI JEPANG DI TENGAH PANDEMI COVID-19

jbkderry.com – Pada tanggal 7 April 2020, media CNBC merilis sebuah artikel berjudul “Japan’s economy has been dealt the ‘final blow’ by the coronavirus pandemic, says analyst”.

Isinya secara garis besar tentang ekonomi Jepang yang ada di ambang akhir menuju resesi. Ekonomi Jepang dikabarkan semakin terpukul akibat tekanan pandemi Covid-19. Asumsi ini berdasarkan pernyataan Jun Saito, peneliti senior di Japan Center for Economic Research (JCER).

Pasalnya sebelum era pandemi Covid-19, kondisi ekonomi di Jepang mulai bergerak lambat sejak tahun 2018. Faktor utamanya karena imbas perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat.

“Saya berpikir coronavirus akan menjadi peringatan terakhir buat kondisi ekonomi Jepang menuju resesi,” kata Jun Saito.

Keputusan untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade dan Paralympic hingga di tahun 2021 juga menjadi faktor yang menjadi tekanan lebih jauh, menurutnya.

sumber image: Forbes

Dalam artikel itu juga disebutkan jika pemerintah Jepang melalui Perdana Menteri Shinzo Abe telah mengeluarkan kebijakan paket stimulus guna menghadapi tekanan ekonomi akibat coronavirus sebesar 39 triliun yen (US$357 miliar).

Cina dan Kekuatan Ekonomi Terpendam Bisa Jadi Faktor Penguat Ekonomi Jepang

Pada tanggal 29 April 2020, media Forbes menurunkan sebuah artikel berjudul “Japan’s Hidden Economic Strengths Might Just Help It Survive The Pandemic“.

Artikel itu menyebutkan jika ada dua faktor yang bisa membantu menguatkan kondisi ekonomi Jepang di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Faktor pertama adalah kondisi Cina yang mulai melonggarkan kebijakan isolasi sosial (massive lockdown), dan mulai pula membolehkan aktivitas ekonomi. Hal ini membuat banyak perusahaan di Jepang dikabarkan telah bersiap kembali menerima pesan dari Cina, khususnya dari sektor belanja infrastruktur.

Hal ini disebutkan dapat menjadi faktor penting di tengah ancaman kebangkrutan dan PHK angkatan kerja di Jepang.

Selain faktor perputaran siklus ekonomi di Cina, ketahanan ekonomi di Jepang juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang disebut masih tersembunyi saat ini.

Kekuatan-kekuatan yang tersembunyi ini disebut dapat jadi faktor krusial untuk tetap mempertahankan trend kenaikan PDB di Jepang sejak tahun 2011, meski saat ini juga didera masalah penyusutan jumlah penduduk produktif.

Salah satu faktor kekuatan Jepang juga bisa dilihat dari kekuatan finansial dari jajaran orang terkayanya. Dalam sebuah artikel berjudul “Japan’s 50 Richest 2020: Despite Pandemic, Their Total Wealth Dropped By Only 5%” yang diunggah di Forbes pada tanggal 29 April 2020, seperti yang tertera di judul artikel tersebut, kekayaan dari 50 orang terkaya di Jepang “hanya” tergerus sekitar 5% di tengah pandemi Covid-19.

Dalam sejumlah artikel, media kelas secangkir kopi jbkderry.com menemukan informasi jika posisi Cina juga belum tentu menjadi malaikat penyelamat ekonomi dunia, pasca era pandemi Covid-19 ini berakhir.

Ada artikel berjudul “Divorcing China: The West’s Return To Ideology And Its Impact On Global Business” di Forbes pada tanggal 1 Mei 2020, lalu ada pula artikel berjudul “Sieren’s China: After coronavirus, Beijing won’t be economic savior” yang diunggah media dw.com pada 3 Mei 2020.

Media online Bangkok Post melalui artikel berjudul “Japan to help shift output to Asean from China” yang diunggah pada 3 Mei 2020, justru menyebut posisi Asia Tenggara yang dinilai dapat membantu dan menjaga suplai mata rantai bisnis dari Jepang.

Spekulasi mengenai kehidupan ekonomi pasca pandemi Covid-19 pun masih terus berkembang. Lantas apa manfaat yang bisa dipetik dari artikel kali ini di media kelas secangkir kopi ini?

Secara umum, negara-negara terkemuka di dunia pun masih mencari tatanan “new normal” yang acap kali dinisbikan sebagai standar tatatan baru dalam bermasyarakat pasca era pandemi ini, misalnya dalam skala contoh kecil bagaimana tata cara baru berkunjung ke area-area publik seperti pusat perbelanjaan atau sekolah saat telah dibuka kembali.

Kita tentu semua berharap kondisi ekonomi dan aktivitas sosial dapat kembali berjalan normal secepatnya, tentu saja dengan cara yang nampaknya akan berbeda, misalnya pengenaan masker dan menjaga jarak saat di ruang publik untuk mencegah kebangkitan kembali pandemi Covid-19 ke depan.

Menarik juga dinanti untuk disimak bagaimana strategi baru dari sektor UKM di Indonesia, yang acap kali disebut sebagai salah satu tulang punggung perekonomian bangsa, untuk kembali bangkit pasca tekanan berat dari pandemi Covid-19.

Semoga ke depan dalam waktu yang tidak berapa lama lagi, bumi dapat kembali membolehkan para manusia kembali beraktivitas seperti biasa, dan para manusia dapat memetik pelajaran berharga berharga dengan berprilaku yang lebih sesuai.

Jangan sampai ada lagi hukuman alam seperti pendemi satu ini atau yang bahkan lebih berat ke depannya, semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s