PEKERJA OTOMOTIF DI AMERIKA SERIKAT MULAI MASUK KERJA DI TENGAH ANCAMAN GELOMBANG KEDUA COVID-19

jbkderry.com – Dilansir dari sebuah artikel di Reuters berjudul “U.S. auto industry workers return to jobs amid concerns of second virus wave” yang diunggah pada Senin 11 Mei 2020, nampak sudah jika kalangan pelaku industri di negara adidaya sekalipun sudah tidak tahan dengan masa pasif produksi.

Ya, masa pasif produksi tentu sangat tidak mengenakkan bagi para pelaku industri. Sekelas Tesla saja menurut hasil analis dari Credit Suisse mengatakan, proses penutupan aktivitas pabrik Tesla sendiri setidaknya telah menciptakan kerugian sekitar US$300 juta atau sekitar Rp 4,62 triliun (nilai kurs Rp 15.400) per pekan.

Tidak heran jika Elon Musk nampak seperti membangkang kebijakan otoritas wilayah di California dalam penerapan waktu, kapan produksi pabrik mulai bisa berproduksi kembali.

Dari sebuah artikel berjudul “Elon Musk Tweets That Tesla Factory Is Opening Today, Soon After Calif. Governor Newsom Says It Could Likely Open Next Week” di media Reuters yang diunggah pada Senin 11 Mei 2020, orang nomor satu dari pabrikan mobil terlaris di dunia itu menyebut jika pabriknya mulai berproduksi pada Senin 11 Mei 2020, meski Gubernur California Gavin Newsom menyatakan pabrik Tesla di wilayah kemungkinan baru pekan depan mulai bisa berproduksi.

Apakah ini karena tuntutan membahagiakan si buah hati bernama “X Æ A-12” yang lahir beberapa hari lalu, biar waktu yang akan menjawab…

Kembali ke soal artikel di Reuters di atas dikabarkan, sejumlah karyawan pabrikan otomotif di Michigan mulai kembali bekerja pada Senin, 12 Mei 2020, meski di tengah kekhawatiran adanya ancaman gelombang kedua pandemi Covid-19.

Sebagaimana telah banyak dipublikasikan oleh berbagai media, Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia. Hingga informasi ini diturunkan disebutkan sudah lebih dari 1,3 juta orang terinfeksi virus Corona, dengan jumlah meninggal sudah di atas 81 ribu orang, meski total sembuh lebih banyak sudah di atas 260 ribu orang.

Ya, pandemi Corona ini memang layak diibaratkan sebuah burger yang mematikan, potongan roti atas bernama Covid-19 dan potongan roti bawah bernama kelaparan dan kegagalan ekonomi untuk melanjutkan hidup.

Pada tanggal 22 April 2020 lalu saja media The Washington Post melalui sebuah artikel berjudul “U.S. now has 22 million unemployed, wiping out a decade of job gains“, sesuai makna yang tertera sudah ada 22 juta orang yang kehilangan pekerjaan setelah Presiden Trump mengumumkan status “Darurat Nasional” terkait pandemi Covid-19.

Keadaan yang sama beratnya itulah yang juga disebut menstimulasi beberapa suplayer otomotif di Michigan memberanikan diri mulai beroperasi pada Senin 11 Mei 2020, agar produksi kendaraan sendiri sudah mulai kembali pada pekan.

“Kami mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan produksi minggu depan,” kata Joe Perkins, chief executive of Busche Performance Group, sebuah perusahaan suplayer di bidang teknik, casting, dan permesinan yang diulas pada artikel tersebut.

Guna langkah preventif, setiap pekerja kemudian diwajibkan menggunakan masker wajah, pemeriksaan kondisi kesehatan, dan juga mengisi kuisioner terkait kondisi kesehatan.

“Segala sesuatunya sudah siap kembali untuk beroperasi, meski menyisakan pertanyaan besar, apakah orang-orang akan kembali membeli mobil dan truk,” imbuh Perkins.

Gubernur Michigan sendiri, Gretchen Whitmer, sendiri telah menyetujui pembukaan kembali aktivitas pabrik otomotif di wilayahnya, termasuk untuk para perusahaan suplayer otomotif di sekitar wilayah Detroit.

Tiga perusahaan otomotif paling terkemuka di Detroit yaitu General Motors, Ford Motor, dan Fiat Chrysler juga telah mengeluarkan pernyataan resmi, jika mereka berencana membuka kembali aktivitas produksi pada 18 Mei 2020.

Target tanggal tersebut pun kabarnya telah mendapat persetujuan dari serikat pekerja yang sebelumnya menantang, karena dianggap terlalu dini dan terlalu beresiko, namun tuntutan kebutuhan ekonomi nampaknya menjadi faktor besar yang mengubah pendirian mereka.

Pihak Ford mengatakan telah mengadopsi protokol keselamatan dari China yang disebut telah mulai beraktivitas kembali pada akhir Februari 2020 lalu, termasuk dengan standar baru pakaian pelindung pribadi di jalur perakitan, sekat yang memisahkan karyawan untuk berkumpul bersama, serta keberadaan area kerja yang telah melalui proses desinfektan sedemikian rupa.

Sektor otomotif di Amerika Serikat, sama halnya dengan di beberapa negara utama di dunia termasuk Indonesia sekalipun, memiliki kontribusi cukup penting dalam menunjang ekonomi negara.

Dalam artikel di Reuters itu disebutkan, sektor otomotif di Amerika Serikat saat ini memiliki kontribusi 6% pada ekonomi Amerika Serikat, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 835 ribu warga Amerika Serikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s