TESLA KUASAI NYARIS 80 PERSEN PASAR MOBIL LISTRIK DI KOREA SELATAN

jbkderry.com – Informasi ini diceritakan oleh media kelas secangkir kopi ini dari artikel berbahasa Inggris yang dimuat di situs InsideEVs yang diunggah Selasa 22 Oktober 2020, link artikel asli bisa dilihat di sini.

Berikut artikel selengkapnya, termasuk kira-kira bagaimana reaksi sang penguasa lokal duet Hyundai-Kia?

Jadi dalam artikel tersebut dikabarkan sepanjang sembilan bulan pertama (periode Januari – September) di tahun 2020 ini, Tesla berhasil menjual 10.518 unit kendaraan yang sepenuhnya menggunakan teknologi listrik (BEV- battery electric vehicle) di Korea Selatan. Itu setara dengan nilai persentasi penguasaan pasar 79,6%. Wow…

Ya, wow, mengingat selama ini publik di Korea Selatan dikabarkan sangat nasional dan bangga menggunakan produk kendaraan dari aliansi Hyundai – Kia, plus, dari banyak kabar global pun, Hyundai dan Kia sangat agresif mengembangkan dan menciptakan kendaraan berteknologi listrik. Lantas kok bisa yah kecolongan penguasaan pasar di kandang sendiri.

Sebenarnya kalau melihat dari data penjualan kendaraan baru (mobil penumpang dan mobil komersial), penguasaan pasar mobil berteknologi listrik oleh Tesla masih terpaut jauh dari total penjualan kendaraan baru di Korea Selatan. Di tahun 2019 lalu, pasar kendaraan baru (mobil penumpang dan mobil komersial) mencapai angka 1,54 juta unit (datanya dari sini), sementara pada sembilan bulan pertama 2020 ini (periode Januari – September) tercatat di angka 1,38 juta unit (datanya dari sini).

Meski demikian, pencapaian Tesla sepanjang sembilan bulan pertama di tahun 2020 ini juga dapat dikategorikan sebagai bentuk tamparan bagi raksasa domestik aliansi Hyundai dan Kia. Bayangkan saja, dengan angka penjualan kendaraan berteknologi listrik (pure ev – battery electric vehicle) sepanjang Januari – September 2020 yang mencapai 13.214 unit, itu berarti hanya menyisakan angka 2.696 unit BEV yang dipasarkan oleh pabrikan dengan merek lain, dalam hal ini khususnya oleh Hyundai dan Kia.

Sebenarnya di sisi lain, Hyundai dan Kia masih dapat bersaing dengan penjualan mobil berteknologi listrik secara umum di Korea Selatan. Pasalnya jika kendaraan berteknologi PHEV (plug-in hybrid) juga dihitung, angka penjualan model kendaraan listrik dari Hyundai yaitu Kona Electric dan Kia Niro EV cukup bersaing ketat dengan angka penjualan mobil listrik terlaris Tesla di Korea Selatan sejauh ini yaitu Model 3.

Di periode Januari – Juli 2020 misalnya, di saat angka penjualan Tesla Model 3 tercatat di angka 6.888 unit, Hyundai Kona Electric tembus di angka 5.120 unit dan Kia Niro EV di angka 2.315 unit. Di susul oleh Chevrolet Bolt EV sebesar 1.357 unit dan BMW 530e di angka 1.168 unit.

Belum lagi jika menyingung terobosan Hyundai dalam mengembangkan mobil berteknologi fuel-cell hydrogen yang tengah laris manis pula di Korea Selatan, dengan angka penjualan 3.312 unit sepanjang periode Januari – Juli 2020.

Meski tetap menggigit di pasar kendaraan listrik domestik, Hyundai dan Kia memang harus tetap memperhatikan langkah-langkah Tesla dengan fokus tinggi. Pasalnya pada September 2020 lalu saja berdasarkan laporan dari Yonhap News Agency, angka penjualan produk kendaraan Tesla di Korea Selatan sepanjang September 2020 lalu mampu menembus angka 2.056 unit, dan itu setara dengan penguasaan pangsa pasar 91% dari total pasar kendaraan listrik di Negeri Ginseng pada saat itu.

Penetrasi pasar Tesla melalui Model 3 di Korea Selatan terbukti berhasil menjadi amunisi kunci kesuksesan pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut, terlebih infrastruktur pengisian daya semakin banyak di Korea Selatan. Saat artikel ini dibuat, kabarnya Korea Selatan telah memiliki 32 jaringan pengisian daya cepat (superchargers) dan 450 titik pengisian daya lainnya.

Menjadi pertanyaan, apakah orientasi Hyundai dengan menanamkan investasi besar di pengembangan kendaraan berteknologi fuel-cell hydrogen dapat memberi jawaban signifikan di masa depan untuk tetap dapat menjadi pilihan utama konsumen otomotif di Korea Selatan, atau justru menjadi titik kelemahan yang semakin menjulangkan dominasi Tesla di Negeri Ginseng.

Mari kita ikuti bersama perkembangannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s