GAME OVER SHORTLY: INDONESIA ITU JEPANG, INDONESIA ITU TOYOTA!

jbkderry.com – 4 Desember 2020, saat menyimak ulasan berita di media massa online, jika Jepang bersedia menanam Rp 57 trilun di Dana Abadi Republik Indonesia, media kelas secangkir kopi jbkderry.com langsung terpikirkan, “Wah, gawat neeh.”

Dan akhirnya semalam bener kejadian dugaan jbkderry.com, saat menerima salinan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dalam siaran pers No. HM.4.6/207/SET.M.EKON.3/12/2020 pada 8 Desember 2020, tentang rencana pengembangan kendaraan listrik Toyota di tahun 2021 (salinan utuhnya bisa disimak di ujung artikel ini).

Dalam beberapa kajian dan literasi yang jbkderry.com yang dapat sejauh ini, Indonesia adalah tetap salah satu negara pasar yang paling menggiurkan di dunia saat ini dan ke depan, ditandai dengan beberapa hal; pertumbuhan ekonomi yang relatif baik (selain di Cina dan India), potensi bonus demografi, tumbuhnya model kelas menengah baru, dan tentu jumlah penduduk di kisaran 267,7 juta orang.

Dan sejarah Indonesia yang cenderung lambat berubah dan berkembang telah menancapkan satu nama brand atau merek yang sedemikian kuat di ranah industri otomotif. Ya, apalagi kalau bukan Toyota, dengan pangsa pasar di kisaran 30 – 40 persen di Indonesia.

Perjalanan panjang dan kesuksesan yang telah dituai pabrikan asal Jepang itu tentu tidak ingin dilepaskan begitu saja, termasuk ketika Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 yang juga memuat item penjelasan mengenai kebijakan tentang kendaraan listrik di Indonesia.

Di awal jbkderry.com sempat menduga, pabrikan non-Jepang seperti Hyundai dari Korea Selatan dan Wuling dari Cina yang masuk melalui jalur prinsipal ke Indonesia.

Sebelumnya melalui kata kunci “nilai investasi Wuling di Indonesia” di Google ditemukan data nilai investasi (atau komitmen investasi) senilai Rp 9,6 triliun pada tahun 2018, lalu Hyundai melalui kata kunci “nilai investasi Hyundai di Indonesia” ditemukan data di Google sebesar Rp 21,8 triliun pada taun 2019.

Wuling yang sempat memanfaatkan momentum melalui Confero di low MPV kini nampak mengendap atau katakanlah turun dari grafik puncak pencapaiannya. Sudah beberapa bulan terakhir di tahun 2020 ini, nama Confero tersingkir dari daftar 20 mobil terlaris di Indonesia. Kehadiran Cortez dan Almaz pun secara data penjualan di Gaikindo bisa dibilang sedang-sedang saja, alias tidak sebesar narasi advertorial di media-media massa berskala besar yang kerap kali dinarasikan bisa mengancam model kendaraan Toyota di kelasnya.

Pun, demikian Hyundai. Meski dari beberapa kali narasi pemberitaan di media massa berskala nasional dan bahkan juga sudah memakai jasa buzzer influencer kondang pun cenderung tidak lebih baik pencapaiannya dibanding saat masih berada di tangan authorized distributor. Bahkan yang mengherankan jbkderry.com, harga Kona dan IONIQ Electric justru terkantrol lebih tinggi.

Kona yang di tangan jaringan dealer authorized distributor ada di harga Rp 360an juta naik jadi Rp 390an, lalu IONIQ yang sempat dipublikasikan pihak authorized distributor di harga Rp 560an juta malah naik di angka Rp 660an juta. Strategi posisi harga yang keliru sih kalau menurut jbkderry.com, karena secara psikologis harga di atas Rp 600 juta sudah meninggalkan batas psikologis potensial konsumen yang ingin naik kelas di rentang harga Rp 300an juta hingga Rp 500an juta.

Sederhananya, di atas harga Rp 600an juta per unit, potensial konsumen pun sekian opsi yang bisa dibilang lebih menarik dan menggoda. Hal ini pernah diulas jbkderry.com di artikel terpisah, silakan mampir ke artikel berjudul “NGOBROLIN HYUNDAI DI INDONESIA (SEKALI LAGI) KE DEPAN MAU KEMANA?

Kini melalui siaran pers dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia soal sambutan Toyota untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2021, jbkderry.com langsung tergiang pada salah satu ujaran komentator di games sepakbola di Playstation, “Game over shortly!” alias “selasai sudah”.

Misal kalau Toyota keluarin Agya, Calya, dan Avanza BEV atau minimal PHEV, mau kemana brand-brand non-Jepang itu bisa merambah? Mau main tengah, bagaimana kalau ada Fortuner dan Corolla Cross BEV? Kalau di atas sih sudah ada Lexus ux300e.

Sederhananya, Indonesia yah Jepang, Indonesia yah Toyota, that’s it! Mau pakai jasa advertorial media massa gede, jasa buzzer jurnalis berpengalaman jam terbang tinggi atau influencer/K.O.L kondang, toh, sejauh ini terbukti jika perilaku pasar punya standar penilaian dalam pengambilan keputusan sendiri.

Bagaimana menurutmu?

(berikut di bawah ini salinan siaran pers dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia)

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
No. HM.4.6/207/SET.M.EKON.3/12/2020

Menko Airlangga Sambut Baik Rencana Pengembangan Kendaraan Listrik Toyota di Tahun 2021

Jakarta, 08 Desember 2020

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan manajemen Toyota pada Selasa (8/12). Pertemuan yang digelar secara virtual itu diikuti oleh Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman. Sementara delegasi dari Toyota, dipimpin oleh Yoichi Miyazaki, Asia Region CEO Toyota Motor Corporation, yang mewakili Akio Toyoda, President Toyota Motor Corporation dan jajaran manajemen Toyota Indonesia.

Airlangga menerangkan bahwa sejumlah indikator pekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan. Data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia tercatat meningkat di November 2020. PMI Indonesia naik hampir tiga poin menjadi 50,6 pada November 2020, dari bulan sebelumnya di level 47,8. Indeks di atas 50 menunjukkan industri yang berekspansi, sebaliknya indeks di bawah 50 menunjukkan kegiatan terkontraksi. “Indikator ini menunjukkan kegiatan produksi sudah mulai bergerak, kepercayaan masyarakat mulai pulih, dan daya beli diharapkan bisa mengikuti dan segera menunjukkan perbaikan,” ujar Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen Toyota mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim berusaha yang kondusif sehingga Toyota dapat berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia. Tahun ini menandai 50 tahun beroperasinya Toyota di Indonesia. Selain itu, Toyota juga kembali mempertegas komitmennya atas keberlanjutan pengembangan otomotif dan juga industri otomotif di tanah air. Salah satu caranya, adalah dengan mempersiapkan rencana pengembangan dan produksi kendaraan listrik hingga 2025 mendatang.

“Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor. Setidaknya, dalam 5 tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia,” papar Yoichi Miyazaki. Toyota menyiapkan dana investasi hingga USD 2 Miliar dalam 5 tahun ke depan. Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter bahan bakar pada tahun 2025.

Selain memaparkan mengenai rencana pengembangan bisnis ke depan, manajemen Toyota juga menyambut baik Omnibus Law UU Cipta Kerja yang diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi dan perluasan lapangan pekerjaan di Indonesia. “Dalam rencana pengembangan bisnis kami, Toyota mempersiapkan Indonesia menjadi hub ekspor bagi produk Toyota, tidak hanya untuk kawasan ASEAN namun juga negara tujuan lainnya, sehingga kami benar-benar mempersiapkan rantai pasok dan sumber daya manusia,” tambah Yoichi.

Menko Airlangga menerangkan, Undang-Undang Cipta Kerja ditargetkan menjadi solusi agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. “Penyerapan tenaga kerja menjadi permasalahan tersendiri untuk Indonesia, karena keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri. Apalagi Indonesia tengah menghadapi bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif. Pemerintah menyambut baik rencana investasi yang akan dilakukan oleh Toyota, dengan harapan dapat membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan skill atau keahlian angkatan kerja Indonesia,” tutur Airlangga.

Menko Airlangga juga menyambut baik rencana Toyota membuat proyek EV Smart Mobility di Bali sebagai bagian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism di Nusa Dua, Bali. Toyota akan bekerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC Nusa Dua. Alasan Bali dipilih sebagai lokasi proyek adalah karena sejalan dengan Pemerintah Daerah yang telah mengeluarkan Pergub No 45 tahun 2019 tentang energi bersih dan kendaraan listrik. “Untuk mendukung keberlanjutan model bisnis yang berkelanjutan dan juga peningkatan ekowisata Pulau Bali, Pemerintah merekomendasikan hilirisasi produk nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL–BB) nasional,” imbuh Airlangga.

Menko Perekonomian menekankan agar hasil produk KBL-BB tidak hanya untuk pasar domestik namun juga untuk ekspor, salah satunya ke Australia dan negara lainnya. Pemerintah akan memberi dukungan yang diperlukan oleh Toyota dalam rangka pengembangan KBL-BB dalam bentuk regulasi, insentif fiskal dan non fiskal.

Selain itu, Toyota juga menyambut baik rencana pemerintah untuk menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan ekspor yang kompetitif, dengan daya saing tinggi untuk kawasan Asia. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mendukung Proving Ground Project Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan melalui kepastian laik jalan kendaraan, sebelum diproduksi secara massal. Menko Perekonomian juga menawarkan pengembangan kendaraan berbasis biodiesel (B50) yang mendapat tanggapan positif dari pihak Toyota.

*

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Susiwijono Moegiarso

Website: http://www.ekon.go.id
Twitter & Instagram: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s