Yamaha Mio Sporty vs Honda Scoopy

Duel dua skutik ini pas untuk merebut pasar kaum hawa, namun keduanya menawarkan karateristik yang berbeda. Seperti apa sajakah perbedaannya…

Sporty Casual vs Retro Style

Ibarat dunia tinju, sejatinya pertarungan dua motor ini adalah lintas kelas. Pasalnya secara tema desain, keduanya mengusung gaya yang berbeda. Yamaha Mio Sporty sebagai backbone Yamaha di kelas skutik entry level tampil dengan pesona gayanya yang sporty casual. Sementara sang rival Honda Scoopy yang menjadi idola konsumen Honda di Indonesia saat ini mengusung tampilan retro style. Continue reading “Yamaha Mio Sporty vs Honda Scoopy”

Jakarta, oh, Jakarta!

Kemacetan Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya (BodetaJakartabek) seperti menjadi ilustrasi psikologis masyarakatnya. Makin sesaknya kendaraan yang berebutan ruas jalan, membuat logika dan rasa saling pengertian menjadi makin tereduksi. Rasa sabar yang berlebih dibutuhkan, agar persinggungan emosi di antara pengguna jalan dapat diredam.

Bayangkan saja, jika tiap tahunnya ada sekitar ratusan ribu mobil baru dan jutaan motor baru yang menambah sesaknya ruas jalan yang ada. Sementara penambahan ruas jalan oleh Pemerintah sangatlah tidak sebanding. Bisa dibayangkan penatnya kita menjalani rutinitas keseharian.

Situasi jalan yang membuat para pengguna jalan berpikir keras diserta kesabaran ekstra, agar bisa berkendara dengan selamat, telah cukup menyita energi. Persoalan pun belum tuntas. Setibanya di tempat kerja, sistem kerja di perusahaan-perusahaan makin ketat dan tinggi. Otomatis para staf yang berada di dalamnya dituntut agar terus mampu menghadirkan performa kerja yang diharapkan pihak manajemen.

Apakah ini lalu berimplikasi dengan penghasilan? Rasanya tidak bisa terlalu diharapkan. Tingkat kompetisi yang tinggi dengan hasil kerja yang kompetitif dan komparatif, bahkan kalau bisa di atas rata-rata menjadi keharusan atau obligasi yang harus dipenuhi. Continue reading “Jakarta, oh, Jakarta!”

Selamat Datang & Salam Kenal!


Namaku Rahmat Derryawan, tapi lingkungan keseharianku kerap memanggilku Derry. Ada juga yang memanggil Pakde (akronim dari “Pak Derry”), tapi ada juga yang memanggil Rahmat atau pak Rahmat (yang terakhir ini biasanya kalo dapat telpon dari tukang tagihan kartu kredit…hehehe…).
Aku lulusan Kosmik-Universitas Hasanuddin (Makassar). Saat ini aku menetap di Depok bersama istri dan anakku tercinta, seorang dewi bidadari bernama Riyory Rahmaoka Andjani atau kerap disapa Oka.
Di blog ini aku akan atau ingin coba berbagi hal-hal yang bersifat informasi berkenaan dengan profesiku selama sembilan tahun terakhir. Semoga bisa memberi informasi kepada para dewan pembaca, Anda. Yup, Anda sebagai rekanku, sahabatku, dan keluarga besar dari relasi blog-ku ini.
Itu saja untuk sementara ini. Dalam waktu singkat ke depan, semoga realisasi keinginanku ini bisa terwujud dan Anda bisa meramaikan keberadaan blog ini, dengan intens mengunjunginya.

Salam,

jbk_uh Rahmat Derryawan