Catatan Tentang Kosmik – UH

Lambang Kosmik - Unhas
Lambang Kosmik – Unhas

Aku ingat aku pernah berada di sana, di ruang dimana aku merasa aku merasa hidup setengah nyata. Ya, aku hidup, namun sebagian di antara ketidaksadaran, jika hidup adalah peran yang harus dimainkan sebaik – baiknya.

Di kamarku yang mungil di antara ruangan kamar lain yang berukuran besar di ujung Selatan Makassar, aku hirup udara untuk tetap hidup setengah sadar. Belum lagi ketika kala aura kegelapan memanggil dan memangkas batas kesadaran ke dalam dunia khayal.

Continue reading “Catatan Tentang Kosmik – UH”

Welcome Aboard, Muhammad Arasy Akiyory

Muhammad Arasy Akiyory (Normal 4,2kg 53cm)

Sayang ayah harus menyelamatkan kakakmu dulu, sehingga tak sempat melihatmu keluar dari rahim bundamu.

Jumat, 21 Oktober 2011, ayah harus membawa kakak Oka-mu kembali ke Jakarta. Tanpa mengurangi rasa sayangku padamu, ksatria kecilku, tapi ini pilihan yang pelik. Di bus, kakakmu sempat kambuh dua kali. Ia adalah Dewi Bidadari ayah. Sedih rasanya tidak bisa mengawal kehadiranmu menyapa dunia ini. Dari jarak ratusan kilometer, ayah titipkan sepenggal Surah Yusuf sebagai doa untukmu. Continue reading “Welcome Aboard, Muhammad Arasy Akiyory”

Memoar of Igor

      Entah bagaimana aku harus mengingatmu melalui kata, saudaraku. Persaudaraan di jalanan di bumi Makassar bukanlah diumbar melalui kata, tapi melalui sikap dan perbuatan, “Sakitmu sakitku dan demikian pula sebaliknya!” Dan ketika engkau berpamitan “pulang” duluan tepat sebulan lalu, 2 September 2011, aku merasa sangat sedih dan sunyi.

     Sepenggal pernyataan kawan kita Yusran pun aku modifikasi sedikit untuk melukiskan rasaku. “Aku merasa sebagian diriku ikut pergi.”

Kala ayahku pergi, aku sedih karena merasa belum jadi anak yang baik dan berbakti. Kala anakku yang kedua keguguran, aku sedih dan sempat murka pada Allah SWT. Ujarku kala itu, “Ya Allah, mengapa engkau merenggut anakku, apakah aku belum pantas menjadi orang tua yang baik untuknya!”

Kala momen kedua itu, aku sedih, marah, gusar, dan akhirnya ikhlas. Dan ketika kabar “kepulanganmu” wahai saudaraku sampai di telingaku tepat sebulan lalu, aku merasa sebagian diriku ikut pergi seperti kata Yusran. Aku tiba-tiba merasa lebih ikhlas menjalani hidup dan konsekuensinya. Kau telah mengajarku untuk lebih lapang, aku rasa ini pesan dan pembelajaran terakhirmu untukku, saudaraku. Continue reading “Memoar of Igor”

The New Era in Cooking

Teks & Foto     Rahmat Derryawan

For those who concern about “Go Green” and “Healthy Food”, please check this out…

Rational SelfCooking Center mampu mereduksi penggunaan minyak goreng hingga 30 persen dan menghemat energi sampai 60 persen

500 tahun lalu ketika manusia menemukan api, kegiatan masak-memasak pun dimulai. Saat itu pula, manusia harus senantiasa memantau proses masakannya agar sesuai dengan keinginan. Namun keadaan yang menyita atensi para chef ini kini dapat diubah dengan keberadaan perangkat dari manufaktur Rational International AG yang bermarkas di Jerman ini. Pasalnya perangkat dengan merek Rational tipe SelfCooking Center ini disebut bisa banyak memangkas keterlibatan manusia, waktu kerja, hingga biaya untuk membeli perangkat dapur komersil lainnya. Singkatnya layak disebut ‘one stop service equipment for commercial kitchen’. Continue reading “The New Era in Cooking”