Ain’t That Good News

Bukan kabar baik di tengah waktu menghitung hari jelang Lebaran 2011. Luka adik kecilku adalah lukaku juga. Meski sudah terprediksi dari awal, namun saat terjadi hati ternyata tetap berisi darah yang akan menyemburkan sedih dan luka saat terkuak.

Kini hidup tetap harus berjalan ke depan sebagai titipan Illahi, meski pasti hati pedih dan tatapan nanar dari keputusan manusia tanpa nurani, hati, dan akal budi. Dua anak dewa, tegar-tegarlah, nak. Bersama Mama-mu tersayang, kuatkanlah hati saling berbagi dan menghibur. Kelak kalian akan berbagi cita dan bahagia, tanpa si keparat tak tahu diri itu. Dan dunia tetap akan indah, bahkan lebih indah tanpanya. Amien.

Dosen Muda Itu (Telah) Pergi!

jbk_uh – Hari ini Senin, 14 Mei 2011, tengkukku dingin menerima kabar ini, “Dosen muda itu telah pulang!”

Aku geram dan emosiku mendidih. Sebelum semuanya meletup, kupanjatkan doa buatnya dan anak istrinya. “Ya Allah SWT, Tuhan Maha Pengasih dan Maha Tahu, berikanlah dan lapangkanlah ruh beliau di tempat terbaik di sisiMu. Dan semoga istri dan ketiga anaknya diberikan jalan terbaik dalam lindunganMu dalam menjalani sisa kehidupan mereka, amin!”

Sebagai seorang ayah, aku sedih dan turut prihatin. Apa jadinya jika peristiwa itu menimpaku kini?! Tuhan memang Maha Tahu, tapi kejadian ini tidak hanya semata takdir. Ada pencetus yang tidak adil, bahkan sangat tidak adil!

Koruptor, manipulasi pencitraan, determinasi kekuasaan yang (semakin) memuakkan, serta manifestasi awan-awan gelap di atas langit Indonesia, bahkan menjejak di atas daratan, tak kunjung kau selesaikan dengan seragam dan lencanamu yang konon kabarnya sebagai satu di antara pemangku dan pelaksana keadilan. Sepertinya hanya pepesan kosong, suara para pecundang yang beraninya petantang-petenteng dengan bedilnya. Kalian hanya berani sama yang tidak berdaya dan amunisi kekuatan yang tidak bisa mengimbangi determinasi kotor kalian. Tapi itulah kalian, yang penuh kotoran dan kemunafikan. Di hadapan kami, para rakyat kecil, kalian seperti raksasa. Tapi berhadapan dengan para penjahat yang sebenarnya, kalian tidak ubahnya seperti kerumunan tikus yang terbirit-birit  mencari liang persembunyian, karena pak tani tengah membawa semprotan hama pemusnah.

Dan malam ini, aku paksakan menulis untuk saudaraku itu, almarhum. “Hai tikus-tikus. Aku ingin sekali ini kalian gentle dan berjiwa ksatria. Muhun tanggung biaya hidup dan pendidikan ketiga anaknya sampai sarjana yang berakhlak. Karena mesin pencari uang dan tokoh panutan mereka telah direnggut oleh mesiu kalian yang kerap kali tidak bertanggung-jawab!”

Bila pesan ini terabaikan, aku hanya bisa berkomentar, “Keberadaan dan aksi-aksi kalian tidak lebih dari coreng lumpur terus-menerus yang semakin mengotori negeri ini, negeri tanpa bangsa dan identitas yang memang semu!”

Wassalam!

Laporan Dari Jakarta Motorcycle Show 2010

Mengintip Motor Baru Tahun 2011

Ajang Pameran Motor Terakbar di Indonesia menjadi “jendela” para biker untuk mencari tahu lineup motor baru apa saja yang akan menjadi amunisi anyar para ATPM dalam berebut potongan kue di tahun depan.

Pada tanggal 3 – 7 November lalu, areal JCC-Senayan menjadi ajang pameran terakbar buat para biker di Indonesia. Yup, pasalnya Jakarta Motorcycle Show (JMCS) yang merupakan agenda event dua tahunan kembali digelar. Mengingat acaranya yang digelar jelang tutup tahun, maka ajang JMCS 2010 bisa menjadi tempat “mengintip” seperti apa saja produk motor baru yang akan dilepas masing-masing ATPM motor di tahun 2011.

Berikut “oleh-oleh” buat Anda yang tidak berkesempatan melihat langsung… Continue reading “Laporan Dari Jakarta Motorcycle Show 2010”

Yamaha Mio Sporty vs Honda Scoopy

Duel dua skutik ini pas untuk merebut pasar kaum hawa, namun keduanya menawarkan karateristik yang berbeda. Seperti apa sajakah perbedaannya…

Sporty Casual vs Retro Style

Ibarat dunia tinju, sejatinya pertarungan dua motor ini adalah lintas kelas. Pasalnya secara tema desain, keduanya mengusung gaya yang berbeda. Yamaha Mio Sporty sebagai backbone Yamaha di kelas skutik entry level tampil dengan pesona gayanya yang sporty casual. Sementara sang rival Honda Scoopy yang menjadi idola konsumen Honda di Indonesia saat ini mengusung tampilan retro style. Continue reading “Yamaha Mio Sporty vs Honda Scoopy”

Jakarta, oh, Jakarta!

Kemacetan Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya (BodetaJakartabek) seperti menjadi ilustrasi psikologis masyarakatnya. Makin sesaknya kendaraan yang berebutan ruas jalan, membuat logika dan rasa saling pengertian menjadi makin tereduksi. Rasa sabar yang berlebih dibutuhkan, agar persinggungan emosi di antara pengguna jalan dapat diredam.

Bayangkan saja, jika tiap tahunnya ada sekitar ratusan ribu mobil baru dan jutaan motor baru yang menambah sesaknya ruas jalan yang ada. Sementara penambahan ruas jalan oleh Pemerintah sangatlah tidak sebanding. Bisa dibayangkan penatnya kita menjalani rutinitas keseharian.

Situasi jalan yang membuat para pengguna jalan berpikir keras diserta kesabaran ekstra, agar bisa berkendara dengan selamat, telah cukup menyita energi. Persoalan pun belum tuntas. Setibanya di tempat kerja, sistem kerja di perusahaan-perusahaan makin ketat dan tinggi. Otomatis para staf yang berada di dalamnya dituntut agar terus mampu menghadirkan performa kerja yang diharapkan pihak manajemen.

Apakah ini lalu berimplikasi dengan penghasilan? Rasanya tidak bisa terlalu diharapkan. Tingkat kompetisi yang tinggi dengan hasil kerja yang kompetitif dan komparatif, bahkan kalau bisa di atas rata-rata menjadi keharusan atau obligasi yang harus dipenuhi. Continue reading “Jakarta, oh, Jakarta!”