Bab 10: Touring de Jawa Timur

Searah jarum jam dari atas ke bawah: Bakso President, Rawon Pasar Samaan, aku, Bunda dan Keanu di Kediri.
Searah jarum jam dari atas ke bawah: Bakso President, Rawon Pasar Samaan, aku, Bunda dan Keanu di Kediri.

Matahari perlahan mulai meninggalkan posisi kerjanya di atas langit Banyuwangi. Isi perut kelima penumpang Grand Livina berkelir putih itu pun mulai berteriak minta diisi. Sempat kami mampir di sebuah rumah makan yang dirujuk oleh bunda, hasil menjelajah di internet. Sayang kerumunan lalat yang terperangkap di lemari makanan membuat selera makan kami buyar.

Dalam perjalanan meninggalkan kota Banyuwangi, kami melewati sebuah rumah makan. Letaknya di pinggir jalan dan ternyata milik Denada, rapper wanita Indonesia. Rumah makan itu sepertinya hanya pendukung kegiatan bisnis karaoke yang terletak di bagian belakang bangunan. Continue reading “Bab 10: Touring de Jawa Timur”

Bab 9: Mobil – Mobil Murah Jakarta Tembus Bali

sumber gambar: 4vector.com
sumber gambar: 4vector.com

Kelas menengah berdaya beli di Indonesia memang sedang tumbuh. Saya termasuk orang yang percaya hal itu. Dalam perjalanan turing wisata ke Bali di akhir Desember 2014, banyak sekali kulihat mobil – mobil LCGC (Low Cost Green Car) berplat nomer B di sepanjang perjalanan. Bahkan tidak sedikit yang sampai di Bali. Continue reading “Bab 9: Mobil – Mobil Murah Jakarta Tembus Bali”

Personal Branding: Lonte jadi Battousai

Rurouni KenshinPersonal branding, Anda juga mungkin makin sering mendengar istilah ini. Saya coba menafsirkannya sebagai citra diri yang menunjukkan kelebihan dan sisi positif pada seseorang. Jika harus dipersingkat, personal branding seperti merek dagang yang melekat pada tiap individu.

Jika demikian, pertanyaannya adalah selalu “Siapa saya?”, karena dari kacamata personal branding aset terbesar dalam perkembangan karir bahkan bisnis adalah individu itu sendiri. Continue reading “Personal Branding: Lonte jadi Battousai”

Bab 8: Kapal Ferry Ketapang – Gilimanuk

Kapal Ferry yang melayani penyeberangan Ketapang - Gilimanuk.
Kapal Ferry yang melayani penyeberangan Ketapang – Gilimanuk.

Sekitar 19 tahun kemudian, aku akhirnya bisa kembali berada ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi . Hari itu tanggal 26 Desember 2014. Sempat ada kekhawatiran terjadi antrian panjang mengingat tinggal beberapa hari jelang puncak pergantian tahun. Syukur, hal itu tidak terjadi.

Waktu masih sekitar pukul delapan pagi di Pelabuhan Ketapang, saat ada sedikit antrian menuju pintu loket pembayaran. Hanya beberapa menit saja, hingga seruan petugas melalui lubang di kaca loket terdengar, “Seratus lima puluh ribu.”

Continue reading “Bab 8: Kapal Ferry Ketapang – Gilimanuk”

Bab 7 : Bali Menebar Keindahan di Sepanjang Jalan

blogKeputusan kami melarikan diri dari kepenatan dan rutinitas hidup, dengan menempuh jarak hingga ribuan kilometer ke Pulau Dewata merupakan keputusan tepat. Segala bentuk wisata alam yang indah terhampar telanjang di sini. Laksana lukisan alam yang dapat disentuh dan dirasakan secara nyata sedemikian indah. Gunung, pantai, hutan hingga danau. Semuanya dijamin bisa membuat manusia yang berhati bisa lebih mensyukuri nikmat kehidupan.

Continue reading “Bab 7 : Bali Menebar Keindahan di Sepanjang Jalan”