Laporan Dari Jakarta Motorcycle Show 2010

Mengintip Motor Baru Tahun 2011

Ajang Pameran Motor Terakbar di Indonesia menjadi “jendela” para biker untuk mencari tahu lineup motor baru apa saja yang akan menjadi amunisi anyar para ATPM dalam berebut potongan kue di tahun depan.

Pada tanggal 3 – 7 November lalu, areal JCC-Senayan menjadi ajang pameran terakbar buat para biker di Indonesia. Yup, pasalnya Jakarta Motorcycle Show (JMCS) yang merupakan agenda event dua tahunan kembali digelar. Mengingat acaranya yang digelar jelang tutup tahun, maka ajang JMCS 2010 bisa menjadi tempat “mengintip” seperti apa saja produk motor baru yang akan dilepas masing-masing ATPM motor di tahun 2011.

Berikut “oleh-oleh” buat Anda yang tidak berkesempatan melihat langsung… Continue reading “Laporan Dari Jakarta Motorcycle Show 2010”

Yamaha Mio Sporty vs Honda Scoopy

Duel dua skutik ini pas untuk merebut pasar kaum hawa, namun keduanya menawarkan karateristik yang berbeda. Seperti apa sajakah perbedaannya…

Sporty Casual vs Retro Style

Ibarat dunia tinju, sejatinya pertarungan dua motor ini adalah lintas kelas. Pasalnya secara tema desain, keduanya mengusung gaya yang berbeda. Yamaha Mio Sporty sebagai backbone Yamaha di kelas skutik entry level tampil dengan pesona gayanya yang sporty casual. Sementara sang rival Honda Scoopy yang menjadi idola konsumen Honda di Indonesia saat ini mengusung tampilan retro style. Continue reading “Yamaha Mio Sporty vs Honda Scoopy”

Jakarta, oh, Jakarta!

Kemacetan Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya (BodetaJakartabek) seperti menjadi ilustrasi psikologis masyarakatnya. Makin sesaknya kendaraan yang berebutan ruas jalan, membuat logika dan rasa saling pengertian menjadi makin tereduksi. Rasa sabar yang berlebih dibutuhkan, agar persinggungan emosi di antara pengguna jalan dapat diredam.

Bayangkan saja, jika tiap tahunnya ada sekitar ratusan ribu mobil baru dan jutaan motor baru yang menambah sesaknya ruas jalan yang ada. Sementara penambahan ruas jalan oleh Pemerintah sangatlah tidak sebanding. Bisa dibayangkan penatnya kita menjalani rutinitas keseharian.

Situasi jalan yang membuat para pengguna jalan berpikir keras diserta kesabaran ekstra, agar bisa berkendara dengan selamat, telah cukup menyita energi. Persoalan pun belum tuntas. Setibanya di tempat kerja, sistem kerja di perusahaan-perusahaan makin ketat dan tinggi. Otomatis para staf yang berada di dalamnya dituntut agar terus mampu menghadirkan performa kerja yang diharapkan pihak manajemen.

Apakah ini lalu berimplikasi dengan penghasilan? Rasanya tidak bisa terlalu diharapkan. Tingkat kompetisi yang tinggi dengan hasil kerja yang kompetitif dan komparatif, bahkan kalau bisa di atas rata-rata menjadi keharusan atau obligasi yang harus dipenuhi. Continue reading “Jakarta, oh, Jakarta!”

The New Era in Cooking

Teks & Foto     Rahmat Derryawan

For those who concern about “Go Green” and “Healthy Food”, please check this out…

Rational SelfCooking Center mampu mereduksi penggunaan minyak goreng hingga 30 persen dan menghemat energi sampai 60 persen

500 tahun lalu ketika manusia menemukan api, kegiatan masak-memasak pun dimulai. Saat itu pula, manusia harus senantiasa memantau proses masakannya agar sesuai dengan keinginan. Namun keadaan yang menyita atensi para chef ini kini dapat diubah dengan keberadaan perangkat dari manufaktur Rational International AG yang bermarkas di Jerman ini. Pasalnya perangkat dengan merek Rational tipe SelfCooking Center ini disebut bisa banyak memangkas keterlibatan manusia, waktu kerja, hingga biaya untuk membeli perangkat dapur komersil lainnya. Singkatnya layak disebut ‘one stop service equipment for commercial kitchen’. Continue reading “The New Era in Cooking”